CHANGZHOU, DAN 22 – Hari pertama turnamen bulu tangkis China Open 2025 menampilkan hasil beragam bagi skuad Indonesia. Ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja sukses melangkah ke babak 16 besar usai menundukkan pasangan India, Ashith Surya/Amrutha Pramuthesh, dengan skor 21-12, 21-17.
Meski menang straight game, Rehan mengaku kondisi lapangan menantang dan memaksa mereka beradaptasi cepat. Ia mengatakan bahwa perbedaan arah angin sangat terasa antara gim pertama dan kedua.
“Pertama, alhamdulillah bisa menang tanpa cedera. Di gim pertama saya cukup nyaman main drive karena bolanya tidak keluar, tapi di gim kedua malah sering out pakai pola yang sama. Jadi saya harus lebih bisa kontrol tenaga,” ungkap Rehan.
Sementara itu, Gloria menyebut dirinya belum sepenuhnya menemukan feel terhadap shuttlecock.
“Saya masih perlu adaptasi, ada touch yang belum pas hari ini. Tapi kami tetap berusaha maksimal. Semoga bisa bikin kejutan di turnamen ini,” ucapnya.
Sementara itu, dari sektor ganda putra, dua pasangan Indonesia meraih hasil meyakinkan dan akan saling berhadapan di babak 16 besar. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tampil dominan saat mengalahkan pasangan Malaysia, Choong Hon Jian/Muhammad Haikal, dengan skor telak 21-11, 21-10. Fajar menegaskan bahwa meski dirinya dan Fikri sama-sama pemain depan, mereka sudah terbiasa bermain bersama di pelatnas.
“Kami sudah biasa latihan bareng, jadi tidak canggung saat dipasangkan. Lawan tadi terbawa irama permainan kami. Harapannya bisa langsung in dan fokus saat lawan Sabar/Reza nanti,” katanya.
Shohibul Fikri menambahkan bahwa penampilan mereka semakin solid dari waktu ke waktu.
“Kami merasa makin padu, semoga bisa tampil lebih baik dari Japan Open lalu.”
Di sisi lain, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani juga tampil impresif dengan kemenangan mudah atas pasangan Amerika Serikat, Chen Zhi Yi/Presley Smith, 21-9, 21-14. Meski demikian, Reza menyadari tantangan yang menanti saat berhadapan dengan Fajar/Fikri.
“Kami sempat unggul di pertemuan sebelumnya tapi akhirnya kalah. Evaluasinya adalah harus lebih fokus. Fajar/Fikri punya banyak pengalaman walau baru dipasangkan,” ujar Reza.
Sabar pun menambahkan bahwa angin di arena cukup memengaruhi jalannya pertandingan.
“Kontrol bola sangat penting di sini. Siapa yang lebih dulu mengambil inisiatif serangan akan lebih berpeluang menguasai permainan.”
Dari sektor tunggal putra, Alwi Farhan harus mengakhiri langkahnya lebih awal setelah kalah dari unggulan pertama asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Alwi sempat tampil mengejutkan dengan merebut gim pertama 21-10, namun harus mengakui keunggulan lawan di dua gim berikutnya dan kalah 21-10, 15-21, 18-21. Meski kalah, perjuangan Alwi tetap patut diapresiasi karena mampu memberi tekanan kepada salah satu pemain terbaik dunia saat ini. (*/pbsi.id)













