TOKYO, DAN – Indonesia masih menyisakan dua sektor, Ganda Putra dan Putri untuk bertahan di Japan Open 2025. Pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri memastikan langkah ke babak perempat final setelah mengatasi wakil Denmark, Rasmus Kjaer dan Frederik Sogaard, melalui pertarungan tiga gim: 21-14, 19-21, 21-11.
Sementara, pasangan Lanny Tria Mayasari dan Siti Fadia Silva Ramadhanti mengungguli tuan rumah Mizuki Otake dan Miyu Takahashi, yang menang dua gim langsung 21-17, 21-14.
Meski menguasai gim pertama, Fajar/Fikri sempat kehilangan fokus setelah interval gim kedua, yang membuat lawan berhasil memaksakan rubber game.
“Kami memang sempat lengah setelah interval, itu yang harus kami evaluasi agar tidak terjadi lagi,” ujar Fikri.
Sementara Fajar menambahkan bahwa lawan mengubah strategi dengan banyak mengangkat bola untuk menghindari dominasi permainan depan yang menjadi kekuatan mereka.
“Di gim ketiga kami ubah pola, lebih antisipatif dan paksa lawan bermain dengan tempo kami,” jelasnya.
Di babak delapan besar, Fajar/Fikri akan berjumpa dengan pasangan Malaysia, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin, yang dikenal memiliki pertahanan solid dan daya tahan tinggi.
“Kami harus sabar dan siap capek karena mereka punya pertahanan yang sangat rapat,” ujar Fajar menambahkan.
Untuk sektor ganda putri, pasangan Lanny Tria Mayasari dan Siti Fadia Silva Ramadhanti akan menghadapi pasangan Tiongkok, Liu Sheng Shu dan Tan Ning.
Dari sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani sempat membawa harapan setelah menyingkirkan unggulan keenam asal Jepang, Tomoka Miyazaki, dua gim langsung 21-17, 21-14 di babak 16 besar. Kemenangan tersebut terasa manis karena Putri sebelumnya pernah kalah dari Miyazaki lewat rubber game di Macau Open tahun lalu. Bermain di kandang lawan, Putri mengaku mencoba menepis tekanan dari penonton dan hanya fokus pada strategi permainan.
Namun langkah Putri harus terhenti di babak delapan besar setelah berjuang tiga gim melawan unggulan kedua asal China, Wang Zhi Yi. Sempat merebut gim pertama dengan skor 22-20, Putri akhirnya tumbang 17-21, 16-21 di dua gim berikutnya. Ia mengakui bahwa konsistensi menjadi pekerjaan rumah terbesar, terutama dalam menjaga fokus hingga poin-poin akhir.
“Dari 0-0 sampai 21 harus bisa tahan fokus. Saat lawan main cepat, saya coba perlambat tempo, itu sempat efektif di gim pertama,” ucapnya.
Nasib kurang beruntung juga dialami sektor ganda campuran. Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja kalah dua gim langsung dari unggulan ketiga asal Hong Kong, Tang Chun Man dan Tse Ying Suet, dengan skor 17-21, 19-21. Pasangan muda Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah juga belum mampu melangkah lebih jauh setelah menyerah dari wakil Jepang, Hiroki Midorikawa dan Natsu Saito, dengan skor ketat 21-23, 21-18, 14-21. Sementara Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Pasaribu kalah dari pasangan Malaysia, Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei, usai memenangi gim pertama namun kemudian kalah 16-21, 12-21 di dua gim terakhir.
Dari sektor tunggal putra, Alwi Farhan memberikan perlawanan sengit terhadap unggulan kedelapan asal Prancis, Alex Lanier. Alwi sempat unggul di gim pertama 21-14, namun akhirnya menyerah 15-21, 18-21 dalam laga berdurasi panjang tersebut.
Sektor ganda putri gagal menambah wakil usai Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi dikalahkan wakil Korea, Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong dalam pertandingan tiga babak degan skor 22-20, 19-21, 11-21. (*/pbsi.id)














