Pangkalpinang

Gubernur Babel Dukung Penguatan Sinergi Data dengan BPS Jelang Kunjungan Kepala BPS RI

×

Gubernur Babel Dukung Penguatan Sinergi Data dengan BPS Jelang Kunjungan Kepala BPS RI

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menyatakan komitmennya dalam mendukung penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam mewujudkan pembangunan berbasis data. Pernyataan ini disampaikannya saat menerima audiensi Kepala BPS Babel, Toto Haryanto Silitonga, di ruang kerjanya pada Senin (14/7/2025).

Pertemuan tersebut membahas persiapan kunjungan Kepala BPS Republik Indonesia ke Babel yang dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Juli 2025. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia terkait percepatan pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional yang merata dan berbasis data hingga ke tingkat daerah.

Dalam audiensi itu, Toto menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan BPS, terutama dalam hal penyediaan serta sinkronisasi data statistik sektoral. Menurutnya, ketersediaan data yang akurat dan mutakhir menjadi elemen krusial dalam proses monitoring serta evaluasi program pembangunan daerah.

“Kami berharap kunjungan Kepala BPS RI nanti dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi, khususnya dalam peningkatan kualitas data sektoral. Data yang solid sangat membantu dalam mengukur capaian pembangunan dan merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Gubernur Babel, Hidayat Arsani merespons positif hal tersebut dan menegaskan pentingnya peran strategis BPS dalam mendukung kebijakan publik yang berbasis bukti. Ia menyebut bahwa data bukan sekadar angka, melainkan fondasi dalam perencanaan pembangunan yang efektif dan akuntabel.

“BPS hadir bukan hanya sebagai penyedia angka statistik, tetapi juga sebagai penopang arah kebijakan pemerintah. Saya sangat mendukung upaya membangun sistem data yang kuat, valid, dan terpercaya,” katanya.

Hidayat juga menginstruksikan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), terutama yang membidangi ekonomi dan pembangunan, untuk aktif berkoordinasi dengan BPS. Menurutnya, perencanaan tanpa dukungan data sama halnya dengan membuat kebijakan yang spekulatif.

“Tanpa data, kita hanya menebak-nebak. Karena itu, saya mendorong seluruh perangkat daerah untuk menyediakan data secara aktif dan bersinergi dengan BPS. Ini penting agar program pembangunan benar-benar tepat sasaran,” tambahnya. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *