JATINANGOR, DAN – Retreat Kepala Daerah gelombang kedua yang digelar di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat, tidak sekadar menjadi forum pembekalan, tetapi menjadi ruang strategis bagi para pemimpin daerah untuk menyerap pengetahuan demi memperkuat tata kelola dan pelayanan publik di daerah masing-masing.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menjadi salah satu dari 86 kepala daerah yang aktif mengikuti kegiatan yang memasuki hari ketiga, Selasa (24/6/2025). Ia menilai materi-materi yang disampaikan sangat relevan untuk diterapkan dalam mempercepat transformasi birokrasi dan penguatan kepemimpinan yang melayani.
“Setiap arahan dan pembelajaran dalam retreat ini menjadi bekal berharga untuk memperkuat kebijakan di daerah. Ketika pulang kampung, kita siap terapkan,” ujarnya.
Retreat yang merupakan inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pejabat kementerian sebagai pemateri. Di hari ketiga, para kepala daerah menerima materi dari Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa Yandri Susanto, serta Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.
Gubernur Hidayat menegaskan bahwa penguatan tata kelola pemerintahan dan kolaborasi antarsektor sangat penting dalam menjawab tantangan pembangunan daerah. Ia juga mengapresiasi format retreat yang mengedepankan dialog, refleksi, dan perumusan solusi konkret berbasis pengalaman lapangan.
“Alhamdulillah, hari ini sehat, semangat. Banyak agenda hari ini, kita siap ikuti dari pagi sampai ke malam,” ujarnya.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, yang turut memantau pelaksanaan retreat, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membekali para kepala daerah dengan visi dan keterampilan kepemimpinan strategis, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Retreat Kepala Daerah ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin daerah yang adaptif, profesional, dan siap menjawab tuntutan perubahan di era transformasi pemerintahan. (*/red)













