BangkaDaerahPendidikan & Budaya

UBB Gelar Pembukaan Pendikar 2025: Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Etika Sejak Dini

×

UBB Gelar Pembukaan Pendikar 2025: Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Etika Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

BANGKA, DAN – Universitas Negeri Bangka Belitung (UBB) resmi menggelar pembukaan dan pembekalan awal kegiatan Pendidikan Karakter (Pendikar) Tahun 2025 secara daring pada Senin (23/06/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju pelaksanaan luring di masing-masing fakultas yang dijadwalkan pada 25–26 Juni 2025.

Pendikar 2025 mengusung tema “Pendikar Berdampak: Membentuk Pribadi Unggul dan Membangun Peradaban dari Kampus Kite.” Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai dasar kebangsaan, integritas, serta kesadaran etika kepada mahasiswa sejak awal masa studi. Sebanyak 2.010 mahasiswa dari seluruh program studi mengikuti kegiatan ini melalui Zoom Meeting dan siaran langsung di kanal YouTube resmi UBB.

Materi pembekalan mencakup pengenalan tujuan Pendikar, pemetaan nilai utama yang akan dikembangkan, serta teknis pelaksanaan kegiatan secara daring dan luring. Mahasiswa dibekali secara konseptual dan mental untuk menjalani seluruh rangkaian kegiatan yang berorientasi pada pembentukan karakter unggul.

Pendikar 2025 diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UBB melalui Pusat Pendidikan Karakter dan Keunggulan Peradaban. Dr. Fitri Ramdhani Harahap, M.Si. bertindak sebagai Ketua Pelaksana, dengan Abdul Fatah, M.Sc. sebagai Wakil Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Pusat Pengelolaan dan Pengembangan MKWK.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Nanang Wahyudin, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk identitas mahasiswa yang tak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan sosial.

“Mahasiswa harus memahami resiliensi, bagaimana memiliki mental yang kuat,” tegasnya.

Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, M.Si., turut memberikan arahan umum dengan menekankan pentingnya penguatan kompetensi mahasiswa melalui pendekatan 4CCritical Thinking, Collaboration, Communication, dan Creativity. Ia menyebut bahwa pembangunan peradaban bangsa dimulai dari ruang kelas dan nilai-nilai yang dibentuk selama masa studi.

Sementara itu, Ketua LPMPP Dr. Nizwan Zukhri, M.M., menyatakan bahwa pembekalan karakter merupakan bagian integral dari sistem pembelajaran transformatif. Menurutnya, Pendikar bukan hanya kegiatan administratif, tetapi juga sarana internalisasi nilai-nilai ke-UBB-an yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan kampus dan masyarakat.

Dr. Fitri Ramdhani Harahap menjelaskan bahwa pembekalan daring bertujuan menyamakan pemahaman seluruh peserta sebelum kegiatan luring. Kegiatan tatap muka nantinya akan berbentuk diskusi nilai, refleksi kelompok, dan praktik kontekstual, serta terintegrasi melalui Learning Management System (LMS) EdLink milik UBB.

Pelaksanaan Pendikar juga melibatkan dosen sebagai fasilitator dan mahasiswa yang telah dibekali sebelumnya sebagai co-fasilitator. Kolaborasi lintas peran ini dimaksudkan untuk memperkuat pendekatan pembelajaran karakter yang partisipatif, reflektif, dan berbasis keteladanan. Harapannya, Pendikar menjadi ruang pembelajaran yang mampu membangun dialog etis, menumbuhkan kesadaran diri, dan menginternalisasi nilai-nilai luhur dalam kehidupan kampus. (*/ubb.ac.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *