JAKARTA, DAN – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya, bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Babel, Hikmah Olvia menyampaikan langsung aspirasi nelayan terkait pendangkalan alur muara di Jelitik, Sungailiat, Bangka kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI pada Rabu (18/06/2025). Keduanya diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal KKP, Rudy Heriyanto Adi Nugroho.
Dalam pertemuan tersebut, Didit menegaskan bahwa pendangkalan muara telah berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan.
“Kami datang untuk menyuarakan langsung keluhan para nelayan. Pendangkalan ini menghambat akses keluar masuk perahu, yang artinya berdampak langsung pada penghidupan sekitar 15 ribu nelayan,” kata Didit.
Politisi PDIP ini mengibaratkan kondisi saat ini seperti ‘nelayan punya kebun tapi tidak punya jalan’, karena alur sungai yang dangkal tidak bisa dilayari dengan lancar. Dia menegaskan bahwa kunjungan ini adalah bentuk komitmen DPRD Babel dalam memperjuangkan hak dan kepentingan rakyat, terutama kelompok masyarakat kecil seperti nelayan.
Lebih lanjut, Didit menyampaikan bahwa telah ada kesepakatan awal antara dirinya dan Gubernur Babel, Hidayat Arsani untuk melibatkan PT Timah dalam upaya pengerukan alur muara Jelitik melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kami harap PT Timah dapat segera menjalankan pengerukan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap masyarakat pesisir,” pungkasnya. (*/red)













