Bangka BaratDaerahPendidikan & Budaya

Puluhan Siswa SDN 4 Mentok Antusias Belajar Sejarah Timah di Museum Timah Indonesia

×

Puluhan Siswa SDN 4 Mentok Antusias Belajar Sejarah Timah di Museum Timah Indonesia

Sebarkan artikel ini
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90?

BANGKA BARAT, DAN – Sebanyak 50 siswa SD Negeri 4 Mentok, Kabupaten Bangka Barat, mengikuti kunjungan edukatif ke Museum Timah Indonesia (MTI) Mentok. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran luar kelas dalam rangka memperkuat pemahaman sejarah lokal.

Didampingi guru dan orang tua, para siswa terlihat antusias menyimak penjelasan petugas museum serta mengamati koleksi peninggalan sejarah pertimahan. Museum ini juga merupakan bagian dari kawasan Cagar Budaya yang menjadi destinasi edukatif unggulan di Bangka Barat.

Kunjungan tersebut merupakan implementasi dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), khususnya pada tema kearifan lokal. Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai budaya dan sejarah kepada siswa sejak usia dini.

“Kami ingin menanamkan nilai-nilai kearifan lokal dan sejarah kepada siswa. Di sekolah belum ada pembelajaran khusus mengenai sejarah timah dan kota Mentok, sehingga museum ini menjadi sarana belajar yang sangat bermanfaat,” ujar guru pendamping, Marlena.

Para siswa sebelumnya juga telah melakukan kunjungan ke sejumlah bangunan bersejarah seperti Klenteng dan Masjid Jami Mentok. Rangkaian kunjungan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa.

Orang tua siswa pun menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari pendidikan karakter dan wawasan. Keterlibatan orang tua dalam kunjungan juga memperkuat komunikasi antara sekolah dan keluarga.

“Sebagai orang tua, saya sangat senang anak kami bisa berkunjung ke Museum Timah. Mereka jadi lebih memahami sejarah kota Mentok dan pentingnya timah. Kegiatan seperti ini sangat positif untuk menambah wawasan anak-anak,” kata Septiriani, salah satu orang tua siswa.

Para siswa mengaku senang bisa belajar di luar kelas. Mereka merasa pengalaman ini memberi ilmu baru yang tidak mereka dapatkan di ruang kelas.

“Belajar di luar sekolah itu asyik dan menyenangkan. Kita bisa dapat ilmu baru yang tidak kita pelajari di kelas,” ungkap Genita, salah satu siswa SDN 4 Mentok.

“Senang bisa belajar sambil bermain bersama teman-teman. Semoga kami bisa datang ke sini lagi,” harap Rafi’i, siswa lainnya.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa minat pelajar terhadap sejarah lokal terus tumbuh. Museum sebagai ruang edukasi publik memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar yang kontekstual dan menarik bagi generasi muda. (*/timah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *