DI tengah tantangan menjaga kelestarian lingkungan di era modern, PT Timah Tbk. menunjukkan langkah konkret melalui pengelolaan Hutan Kota Mentok di Kabupaten Bangka Barat. Kawasan konservasi ini bukan hanya ruang terbuka hijau, melainkan simbol komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem lokal.
Hutan Kota Mentok, yang dikenal juga sebagai Taman Tirta Budaya, membentang seluas 5,6 hektar dan menjadi habitat alami bagi berbagai jenis flora dan fauna endemik Pulau Bangka. Dikelilingi pepohonan yang rimbun dan menjulang tinggi, kawasan ini memberikan kesejukan dan kehidupan bagi lingkungan sekitarnya.
Beragam spesies tumbuhan seperti laban (Vitex pinnata), medang (Litsea elliptica), hingga pelawan merah (Tristaniopsis merguensis) tumbuh subur di kawasan ini. Setidaknya tercatat 100 individu pohon pelawan merah hidup di hutan kota ini—pohon yang memiliki nilai ekologis penting bagi keseimbangan hutan tropis.
Tidak kalah penting adalah kehadiran fauna yang unik dan dilindungi, termasuk burung elang bondol (Haliastur indus), rusa sambar (Rusa unicolor), hingga berbagai jenis ikan air tawar endemik seperti tempalak gambut dan ikan bebelis mirah. Total ada 21 spesies fauna yang tercatat, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu kantong keanekaragaman hayati penting di Bangka Barat.
“PT Timah berkomitmen untuk melakukan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, salah satunya menjaga keanekaragaman hayati lokal sekaligus memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat,” ujar Department Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan.
Komitmen itu tidak berhenti pada pelestarian flora dan fauna. PT Timah juga aktif melakukan penanaman pohon endemik, pengendalian spesies invasif, hingga penyediaan fasilitas edukatif seperti jalur interpretatif dan papan informasi. Hutan ini bahkan kerap dijadikan lokasi pembelajaran langsung oleh pelajar, sebagai sarana edukasi tentang pentingnya menjaga alam sejak dini.
Lebih dari sekadar tanggung jawab sosial, inisiatif ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah operasionalnya.
“Menjaga lingkungan bukan hanya soal tanggung jawab, tapi juga investasi jangka panjang untuk generasi mendatang. Hutan Kota Mentok adalah salah satu langkah nyata perusahaan dalam mewujudkan hal itu,” tambah Anggi.
Lewat Hutan Kota Mentok, PT Timah membuktikan bahwa industri dan pelestarian alam bisa berjalan beriringan. Upaya ini tidak hanya berdampak pada lingkungan sekitar, tapi juga membangun kesadaran publik akan pentingnya konservasi sebagai bagian dari kehidupan bersama.
Di balik rindangnya pepohonan dan cuitan burung yang bersahutan, tersimpan semangat besar untuk menjaga bumi—yang hari ini ditanam, demi hari esok yang lestari. (*/timah.com)













