BANGKA SELATAN, DAN – Dalam upaya menjaga keandalan pasokan listrik di Bangka Selatan, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (UIW Babel) melalui Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Bangka melakukan pembersihan pohon berisiko tinggi yang berada di bawah jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV jalur Koba–Toboali. Pohon besar yang terletak di wilayah Desa Nangka, Kabupaten Bangka Selatan itu dikenal masyarakat sebagai pohon “keramat” dan menjadi perhatian karena posisinya sangat dekat dengan jaringan transmisi.
Manajer PLN ULTG Bangka, Ebtian menjelaskan bahwa keberadaan pohon tersebut masuk dalam kategori risiko kritis berdasarkan hasil inspeksi lapangan (ground patrol). Jika tidak ditangani, pohon ini berpotensi mengganggu kontinuitas suplai listrik di wilayah Bangka Selatan.
“Menanggapi nilai-nilai budaya yang melekat pada pohon tersebut, PLN memilih pendekatan persuasif dan kolaboratif. Penghormatan terhadap kearifan lokal menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan kegiatan ini,” tegasnya.
Sebelum penebangan dilakukan, PLN berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah desa dan pemilik lahan. Salah satu syarat yang diajukan oleh pemerintah desa adalah pelibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan proses sebagai bentuk transparansi.
Kepala Desa Nangka, Bayu menyampaikan apresiasinya terhadap pendekatan humanis PLN. Ia menyebutkan bahwa keselamatan masyarakat dan kelancaran layanan publik tetap menjadi prioritas, namun harus tetap menjaga harmoni sosial.
“Kami menghargai bagaimana PLN datang dengan itikad baik, menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat, dan tidak mengabaikan nilai-nilai lokal. Alhamdulillah, proses berjalan lancar karena masyarakat merasa dilibatkan dan dihormati,” ujar Bayu.
Proses penebangan dilakukan secara hati-hati oleh Tim Pemeliharaan Jaringan dan Tim Right of Way (ROW) PLN ULTG Bangka. Seluruh kegiatan dilakukan dengan standar keselamatan tinggi, mulai dari pemetaan risiko hingga teknik penebangan terkontrol dan monitoring langsung oleh petugas di lapangan.
Manajer Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Bangka, Wayan Budi Laksana menambahkan bahwa keandalan listrik tidak hanya bergantung pada pembangkitan, tetapi juga pada kestabilan jaringan transmisi sebagai tulang punggung distribusi energi. Ia mengapresiasi sinergi antara tim PLN dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pasokan listrik.
(“Upaya pembersihan jalur transmisi ini adalah bagian dari kerja kolektif memastikan listrik tetap andal dari pembangkit hingga ke pelanggan. Kami mengapresiasi sinergi yang kuat antara tim lapangan dan masyarakat. Tanpa kepercayaan publik, langkah-langkah teknis seperti ini tidak akan berjalan mulus,” ujarnya.
PLN Babel menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan sistem kelistrikan tanpa mengesampingkan nilai-nilai sosial dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Keberhasilan ini disebut sebagai contoh nyata bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan warga menjadi kunci dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan harmonis. (*/red)














