PangkalpinangPendidikan & Budaya

150 Agen Literasi Disiapkan Lewat Bimtek Membaca Nyaring di Pangkalpinang

×

150 Agen Literasi Disiapkan Lewat Bimtek Membaca Nyaring di Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Sebanyak 150 peserta dipersiapkan menjadi agen literasi melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 Mei 2025, ini bertujuan menumbuhkan minat baca sejak dini dan mendorong budaya membaca yang inklusif di tengah masyarakat.

Bimtek ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Tahun Anggaran 2025. Kegiatan dibuka secara resmi di Auditorium Perpustakaan Umum Zulkarnain Karim pada Senin (19/5/2025), dengan peserta terbagi dalam tiga kelompok: guru (19 Mei), pustakawan dan pegiat literasi (20 Mei), serta orang tua (21 Mei).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkalpinang, Etty Fahriaty menyampaikan bahwa penguatan literasi merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya milik perpustakaan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antar unsur masyarakat, termasuk guru, pegiat literasi, pustakawan, dan orang tua.

“Melalui kerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI dan Komunitas Read Aloud, kegiatan ini bertujuan mengenalkan metode membaca nyaring yang efektif dan menjadikannya sebagai bagian penting dalam program literasi,” ujarnya.

Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, M. Unu Ibnudin, yang turut hadir dalam pembukaan, menekankan pentingnya membaca sebagai fondasi penguasaan ilmu dan informasi. Ia menyebut bahwa membaca bukan sekadar pelafalan, tetapi juga sarana membangun ekspresi, kepercayaan diri, dan pengetahuan.

“Kita ingin membangun Kota Pangkalpinang yang sejahtera melalui penguatan literasi,” ungkap Unu, sembari menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan atas pelaksanaan kegiatan tersebut di tengah keterbatasan anggaran.

Dengan adanya pelatihan ini, para peserta diharapkan menjadi pelopor gerakan membaca nyaring di lingkungan masing-masing, sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan yang inklusif, partisipatif, dan berdaya guna bagi masyarakat luas. (*/red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *