BelitungBisnis & PariwisataDaerahHeadlineNasional & Internasional

Bandara HAS Hanandjoeddin Kembali Internasional, Legislator Babel Dorong Pembukaan Rute dan Penguatan Pariwisata

×

Bandara HAS Hanandjoeddin Kembali Internasional, Legislator Babel Dorong Pembukaan Rute dan Penguatan Pariwisata

Sebarkan artikel ini

BELITUNG, DAN – Penetapan kembali status Bandara HAS Hanandjoeddin di Tanjungpandan, Belitung sebagai bandara internasional menuai respons positif dari para legislator Bangka Belitung (Babel). Anggota DPRD Babel dari Dapil Belitung, Muhtar Motong (Haji Tare) dan Wakil Ketua DPRD Babel, Eddy Iskandar, sama-sama menyambut baik keputusan tersebut dan menekankan pentingnya langkah lanjutan berupa pembukaan rute penerbangan dan penguatan sektor pariwisata.

Status internasional Bandara HAS Hanandjoeddin telah resmi ditetapkan kembali berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2025. Keputusan ini juga mempertimbangkan usulan dari Penjabat Gubernur Babel saat itu, Sugito, melalui Surat Nomor: 553/0063 DISPARBUDKEPORA tanggal 10 Maret 2025 yang meminta dukungan atas penetapan tersebut.

Muhtar Motong menyampaikan bahwa tantangan ke depan bukan lagi soal status, melainkan memastikan hadirnya rute penerbangan dari dan ke Belitung, baik domestik maupun internasional.

“Tugas paling besar dari pemerintah provinsi adalah bukan lagi bicara status internasionalnya itu. Tapi bagaimana sejumlah maskapai penerbangan internasional maupun nasional dapat membuka rute ke Belitung sebagai tujuan wisata. Itu tugas pokok Hidayat Arsani dan Helyana ini,” ujarnya.

Muhtar juga memberikan apresiasi kepada Sugito yang dinilai berjasa dalam mendorong pengembalian status internasional bandara tersebut.

Sementara itu, Eddy Iskandar menyampaikan rasa syukurnya atas terbitnya keputusan tersebut. Dia menilai, hal ini sebagai momentum awal yang baik bagi Gubernur Babel, Hidayat Arsani dalam meningkatkan perekonomian daerah.

“Alhamdulillah, kita patut mensyukuri sekaligus keluarnya Kepmen Perhubungan Nomor 26 Tahun 2025 yang menetapkan Bandara Hanandjoeddin sebagai bandara internasional,” kata Eddy.

Politisi Partai Golkar itu juga mengingatkan bahwa status ini membuka peluang besar bagi sektor UMKM dan pariwisata untuk berkembang melalui peningkatan kunjungan wisatawan asing dan akses langsung ke pasar luar negeri.

“Penetapan ini membuka peluang akan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan asing ke Babel, juga memberi kemudahan transportasi perdagangan produk lokal seperti perikanan, kerajinan, dan olahan UMKM secara langsung ke luar negeri,” tambahnya.

Eddy pun berharap agar pemerintah dan pelaku ekonomi segera menciptakan ekosistem pariwisata yang baik agar momentum ini tidak terbuang percuma.

“Yang perlu dilakukan adalah bagaimana menumbuhkan ekosistem dan menyiapkan sumber daya pariwisata yang baik,” tutupnya. (aka/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *