HeadlinePangkalpinang

Isu Kapal BBM Tertahan di Selat Hormuz, Ketua DPRD Babel Minta Masyarakat Tidak Panik dan Pastikan Stok Aman usai Hubungi Pertamina

×

Isu Kapal BBM Tertahan di Selat Hormuz, Ketua DPRD Babel Minta Masyarakat Tidak Panik dan Pastikan Stok Aman usai Hubungi Pertamina

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya

PANGKALPINANG, DAN – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya meminta masyarakat tidak panik terkait informasi mengenai dua kapal tanker pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pertamina (Persero) yang disebut tertahan di kawasan Selat Hormuz. Hal tersebut disampaikan Didit usai melakukan audiensi dengan ulama dan habaib di Pangkalpinang, Kamis (4/3/2026).

Didit mengatakan informasi mengenai kapal tanker tersebut memang sempat beredar dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Bahkan, ia menerima laporan bahwa sebagian warga mulai antre untuk membeli BBM karena khawatir terjadi kelangkaan.

“Memang ada informasi dari teman-teman bahwa ada dua kapal kita yang tertahan di Selat Hormuz. Bahkan ada kabar masyarakat mulai antre membeli BBM karena khawatir,” katanya.

Menanggapi situasi itu, Didit langsung menghubungi pihak PT Pertamina (Persero) wilayah Babel di hadapan para awak media untuk memastikan kondisi pasokan energi di daerah tersebut. Dari hasil komunikasi tersebut, ia memastikan stok BBM di Babel masih dalam kondisi aman.

“Alhamdulillah, dari Pertamina disampaikan bahwa stok BBM saat ini masih bertahan sekitar lima hari. Kapal pengangkut juga sudah menuju ke Bangka Belitung,” ujarnya.

Didit menjelaskan, kapasitas tangki penyimpanan BBM di daerah umumnya mampu menampung pasokan untuk sekitar tujuh hari. Karena itu, dengan adanya kapal yang sedang menuju wilayah Babel, ia optimistis kebutuhan energi masyarakat tetap dapat terpenuhi, termasuk menjelang Lebaran.

Meski demikian, Didit mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan yang justru dapat memicu kepanikan. Selain itu, dia juga meminta pihak PT Pertamina (Persero) untuk berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna mengantisipasi potensi penimbunan BBM oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Saya minta Pertamina berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan penimbunan. Ini yang justru berbahaya,” tegasnya.

Didit menegaskan, kekhawatiran terhadap potensi penimbunan perlu diantisipasi sejak dini agar distribusi BBM tetap berjalan normal dan masyarakat tidak dirugikan. Dia juga menegaskan bahwa hingga saat ini pasokan BBM di Babel masih dalam kondisi aman dan masyarakat diminta tetap tenang.

“Insyaallah masyarakat Bangka Belitung tidak perlu panik. Kita berharap semuanya tetap berjalan normal,” katanya. (tim) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *