BANGKA BARAT, DAN – Harga pupuk yang kian mahal menjadi keluhan utama warga Desa Sinar Sari, Kabupaten Bangka Barat, saat kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun Sidang I Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Heryawandi, Sabtu (20/9/2025). Selain itu, warga juga menyampaikan aspirasi terkait beasiswa pendidikan, akses rujukan kesehatan, persoalan kebersihan lingkungan, serta kebutuhan dana hibah pembangunan fasilitas ibadah.
Salah seorang warga menuturkan, mahalnya pupuk sangat memberatkan petani.
“Kami petani merasa kesulitan karena harga pupuk yang semakin mahal. Mohon ada solusi agar produksi pertanian tetap berjalan,” ujarnya dalam sesi dialog.
Menanggapi hal itu, Heryawandi menjelaskan bahwa pupuk subsidi hanya diperuntukkan bagi kelompok tani, bukan individu. Meski demikian, ia menegaskan aspirasi tersebut tetap akan dibawa ke pemerintah sebagai masukan penting untuk keberlangsungan sektor pertanian.
Di bidang pendidikan, Heryawandi menyampaikan bahwa pemerintah telah menyediakan program beasiswa untuk siswa berprestasi. Masyarakat, katanya, dapat mengajukan proposal ke Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) agar siswa berprestasi memperoleh bantuan pendidikan.
Untuk persoalan kesehatan, ia menegaskan bahwa mekanisme rujukan pasien tetap melalui BPJS. Namun, dalam kondisi darurat, pasien bisa langsung dibawa ke rumah sakit atau puskesmas terdekat.
Soal kebersihan lingkungan, Heryawandi mengingatkan bahwa penanganan sampah tidak hanya mengandalkan program pemerintah. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih.
Sedangkan terkait pembangunan fasilitas keagamaan, ia menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengajukan proposal resmi kepada instansi berwenang untuk mendapatkan dukungan dana hibah.
Kegiatan reses berlangsung lancar dengan partisipasi aktif masyarakat. Aspirasi yang dihimpun akan menjadi catatan penting bagi Heryawandi untuk diperjuangkan di tingkat provinsi. (*/red)













