BANGKA BARAT, DAN – Komitmen karyawan PT Timah Tbk dan masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan terwujud nyata melalui dukungan aktif terhadap Bank Sampah Tanjung Elok Bersahabat di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Setiap Sabtu, mereka rutin menyetor sampah rumah tangga yang telah dipilah ke bank sampah, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya meningkatkan nilai ekonomis dari limbah.
Program ini tidak hanya menekan volume sampah, terutama sampah plastik, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menabung sampah dan memperoleh manfaat ekonomi. Warga dan pegawai PT Timah secara sukarela mengumpulkan dan menyerahkan sampah terpilah seperti plastik, aluminium, besi, tembaga, hingga kertas, yang kemudian ditimbang dan dicatat dalam rekening masing-masing nasabah. Saldo tersebut dapat ditukar dengan uang tunai atau kebutuhan pokok.
Bank Sampah Tanjung Elok Bersahabat merupakan salah satu program binaan PT Timah Tbk dalam mendukung pengelolaan lingkungan di wilayah operasionalnya. Perusahaan tidak hanya mengedepankan kebijakan internal ramah lingkungan, tetapi juga aktif memberdayakan masyarakat melalui bantuan fasilitas seperti tong sampah, kendaraan pengangkut, kegiatan bersih pantai, serta pembinaan pendirian bank sampah.
Bambang Setiabudi selaku pengelola bank sampah mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terus meningkat. Setiap pekan selalu ada warga baru yang bergabung sebagai nasabah. Menurutnya, sistem penimbangan dan pencatatan saldo menjadikan program ini transparan dan menarik minat masyarakat luas.
“Setiap Sabtu kami buka, selalu ada warga baru yang mendaftar jadi nasabah. Sampah yang disetor langsung ditimbang dan dicatat di rekening masing-masing. Ada harga berbeda untuk setiap jenis sampah, dan saldo bisa ditukar dengan sembako,” jelasnya.
Maya Soraya, karyawati PT Timah sekaligus warga Kompleks Division Processing and Refinery, merasakan langsung manfaat dari keberadaan bank sampah. Ia mengaku kini lebih peduli dalam memilah dan mengelola sampah rumah tangga karena tahu limbah tersebut memiliki nilai ekonomi.
“Dulu sampah langsung dibuang. Sekarang kami mulai memilah dan mengumpulkan karena tahu bisa ditukar, lumayan untuk kebutuhan dapur,” ujarnya.
Senada dengan itu, Dedi, warga di kompleks perumahan PT Timah, menyebut bahwa bank sampah membantu menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menambah pemasukan keluarga. Ia menilai program ini menjadi solusi atas persoalan sampah di rumah tangga.
“Sampah yang dulunya hanya jadi persoalan di rumah, sekarang justru bisa dimanfaatkan. Selain menekan sampah plastik, hasilnya bisa menambah penghasilan,” tuturnya.
Manfaat bank sampah juga dirasakan warga di luar kompleks. Endah, warga Kampung Senang Hati, menyambut positif keberadaan program tersebut karena dapat mengatasi penumpukan sampah rumah tangga dan menjadi alternatif tambahan belanja.
“Di rumah sampah sering menumpuk, kadang bingung mau dibuang ke mana. Adanya bank sampah sangat membantu,” katanya.
Wahyu, warga Desa Belo Laut, menambahkan bahwa pengelolaan sampah yang baik melalui bank sampah mengurangi risiko kesehatan lingkungan. Ia merasa lingkungan kini lebih bersih dan aman.
“Dulu kami khawatir sampah bisa menimbulkan penyakit. Sekarang rumah jadi bersih, dan ternyata sampah juga bisa menguntungkan,” ungkapnya.
Kolaborasi antara PT Timah dan masyarakat dalam mendukung Bank Sampah Tanjung Elok Bersahabat menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari rumah. Langkah kecil seperti memilah sampah, jika dilakukan secara konsisten, mampu membawa dampak besar bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. PT Timah pun terus mendorong kesadaran lingkungan dengan pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan. (*/timah.com)














