Nasional & InternasionalOlahraga

Fajar/Fikri dan Lanny/Fadia Tersingkir, Indonesia Tanpa Gelar di Japan Open 2025

×

Fajar/Fikri dan Lanny/Fadia Tersingkir, Indonesia Tanpa Gelar di Japan Open 2025

Sebarkan artikel ini
Pasangan Ganda Putri Indonesia, Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti. (Foto: Dokumentasi PBSI)

TOKYO, DAN – Langkah dua wakil Indonesia di babak perempat final Japan Open 2025 harus terhenti setelah melalui pertarungan ketat dalam tiga gim. Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan pasangan ganda putri Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti gagal melaju ke semifinal usai dikalahkan lawan masing-masing dengan skor tipis.

Fajar/Fikri harus mengakui keunggulan pasangan unggulan pertama asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dalam laga sengit yang berakhir 13-21, 21-17, 20-22. Pertandingan berlangsung dramatis, terutama pada gim penentuan yang ditentukan lewat adu setting.

Fajar mengaku kecewa atas hasil ini. Ia mengungkapkan bahwa pertemuan melawan Goh/Izzuddin selalu berlangsung ketat, termasuk ketika masih berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto. Dalam empat pertemuan, seluruhnya berakhir rubber game, dan dua terakhir harus ditentukan dengan setting.

“Tadi saat adu setting gim penentuan memang momen krusial saat Izzuddin bisa membalikkan bola sambil terjatuh di sisi kanan permainan mereka. Daya juang yang sangat baik, saya tidak menyangka bolanya bisa kembali,” sesal Fajar.

Fajar menekankan pentingnya evaluasi, terutama dalam menghadapi poin-poin kritis dan pengambilan keputusan di saat genting. Ia juga menyoroti perubahan peran saat bermain dengan Fikri, di mana ia kini harus lebih banyak bermain di area belakang, berbeda dengan kebiasaannya saat bersama Rian yang dominan di depan.

“Satu hal yang saya sadari, selama 11 tahun pasangan dengan Rian, saya dominan hampir 80-90% di depan tapi dengan Fikri akhirnya saya harus berbagi lapangan. Porsi saya di belakang jadi lebih banyak,” ujarnya.

“Di gim pertama kami belum terlalu in sedangkan mereka langsung menekan. Kami kurang siap dengan itu,” tambah Muhammad Shohibul Fikri.

Sementara itu, di sektor ganda putri, Lanny/Fadia juga harus menelan kekalahan dari pasangan unggulan pertama asal Tiongkok, Liu Sheng Shu/Tan Ning. Setelah menang meyakinkan di gim pertama 21-10, mereka justru kehilangan kendali permainan dan kalah di dua gim berikutnya dengan skor 17-21 dan 16-21.

Siti Fadia menilai permainan berjalan cukup seimbang dari segi tempo, pola, maupun atmosfer di lapangan. Namun, pasangan Indonesia kerap gagal menjaga konsistensi di poin-poin akhir. Ia menyebut bahwa sejak poin ke-16 ke atas, mereka terlalu sering melakukan kesalahan sendiri yang membuat momentum hilang.

“Itu menjadi PR kami dan ganda putri juga. Kami selalu bisa mengimbangi ganda putri top 10 tapi di finishingnya masih kurang konsisten sedikit lagi,” katanya.

Lanny menambahkan bahwa peningkatan fokus menjadi kunci. Ia menekankan pentingnya kekuatan mental, terutama ketika salah satu pemain melakukan kesalahan. Menurutnya, dalam situasi seperti itu, pemain lainnya harus tetap tenang dan berusaha mencari poin, bukan malah ikut goyah.

Kekalahan di perempat final ini menjadi catatan penting untuk kedua pasangan menjelang turnamen berikutnya, termasuk China Open pekan depan. (*/pbsi.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *