BELITUNG, DAN – PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Belitung terus berinovasi untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di Pulau Belitung. Salah satu terobosan terbaru adalah penerapan Penghalang Panjat Tower Monopole (PANTOM), sebuah perangkat proteksi mekanis yang dirancang untuk mencegah hewan seperti monyet dan ular memanjat tower transmisi jenis monopole.
Gangguan akibat satwa liar tercatat sebagai salah satu penyebab utama terganggunya sistem transmisi, terutama pada jalur transmisi 70 kV segmen Dukong–Manggar yang melintasi kawasan hutan dan habitat alami hewan. Penerapan perdana PANTOM dilakukan di Tower 176 pada Selasa (29/4/2025) dan dinilai sebagai langkah awal mitigasi gangguan transmisi tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem sekitar.
Manager PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Bangka Belitung, Wayan Budi Laksana menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi memperkuat keandalan jaringan. Beragam metode sebelumnya seperti jaring, ijuk, dan topskor telah digunakan, namun belum efektif menghalau hewan liar. PANTOM hadir sebagai solusi baru yang diharapkan mampu menekan risiko gangguan secara signifikan.
“Melalui pemasangan PANTOM, kami berupaya meminimalkan risiko gangguan tanpa merusak lingkungan. Ini wujud komitmen kami terhadap keandalan sistem sekaligus keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Manager PLN ULTG Belitung, Teddy Mardona menyebut bahwa jalur Dukong–Manggar merupakan titik rawan yang membutuhkan pendekatan inovatif.
“Inovasi ini kami andalkan untuk memperkuat sistem transmisi. Kami optimistis PANTOM akan menjadi solusi jangka panjang yang efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dengan sinergi antara inovasi teknologi, kebijakan adaptif, dan kepedulian lingkungan, PLN optimis dapat menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung pelestarian alam Pulau Belitung. (*/pln)













