PangkalpinangPendidikan & Budaya

Wali Kota Pangkalpinang Tekankan Santri Kuasai Teknologi, Tetap Berpegang pada Nilai Islam

×

Wali Kota Pangkalpinang Tekankan Santri Kuasai Teknologi, Tetap Berpegang pada Nilai Islam

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin mengajak para santri untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Menurutnya, santri masa kini harus mampu memadukan kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, dan akhlak mulia agar dapat berperan aktif dalam menghadapi tantangan zaman serta berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota saat menghadiri Istighotsah Qubro, Tausiyah Kebangsaan, dan Santunan Kaum Duafa dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Assalafiyah Nurul Hidayah, Sabtu malam (24/10/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Santri Berkhidmah, Umat Berkah, Indonesia Bermartabat.”

Dalam tausiyahnya, Saparudin menegaskan peran pesantren dalam pembangunan bangsa semakin luas. Pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk mendalami ilmu agama, tetapi juga berperan penting dalam membentuk generasi yang berwawasan luas, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Wali Kota menilai, perkembangan pesantren di Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Di Kota Pangkalpinang sendiri, terdapat sekitar 20 pesantren yang menjadi bagian dari perkembangan pendidikan Islam di daerah tersebut.

Prof. Saparudin juga menyinggung perhatian negara terhadap pendidikan pesantren, termasuk pengakuan terhadap sistem pendidikan pesantren dan penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Menurutnya, hal tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi santri, kiai, ulama, dan para pengajar pesantren dalam perjalanan bangsa, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan saat ini.

“Peran pesantren semakin luas, peran pesantren semakin kuat di dalam membangun bangsa dan negara ini,” ujarnya.

Wali Kota menjelaskan, tantangan yang dihadapi santri saat ini berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu para santri turut berjuang melawan penjajahan, kini mereka dituntut mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Karena itu, Prof. Saparudin mengingatkan pentingnya kemampuan menyaring perkembangan teknologi dan informasi agar pemanfaatannya tetap sejalan dengan ajaran Islam. Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan berpikir logis, tetapi juga harus diimbangi dengan nilai agama, moral, dan kesadaran spiritual.

“Sebagai umat Islam, tentu kita harus memfilter, menyaring ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada hari ini,” katanya.

Saparudin menambahkan, santri ideal merupakan generasi yang memiliki wawasan luas, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu memanfaatkan kemajuan zaman secara bijaksana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam konteks itu, Prof. Saparudin mengangkat konsep Ulul Albab, yakni sosok yang memadukan kemampuan berpikir dengan kebiasaan berzikir dan bertafakur kepada Allah SWT. Konsep tersebut, menurutnya, mencerminkan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual dalam membentuk pribadi yang berilmu sekaligus berakhlak.

“Sehingga para santri tidak hanya memiliki kekuatan berpikir, tetapi juga kekuatan berzikir,” ungkapnya.

Saparudin berharap para santri terus meningkatkan semangat belajar, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan diri agar mampu mengambil peran dalam pembangunan bangsa. Ia menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan beriringan dengan nilai moral dan keislaman sehingga ilmu yang dimiliki dapat digunakan secara bertanggung jawab.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, semangat pengabdian santri diharapkan semakin kuat dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, serta berbangsa dan bernegara. Hal tersebut sejalan dengan tema “Santri Berkhidmah, Umat Berkah, Indonesia Bermartabat” yang menegaskan pentingnya kontribusi santri bagi kemaslahatan umat dan kemajuan Indonesia. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *