PANGKALPINANG, DAN – Pemerintah Kota Pangkalpinang mengapresiasi penyelenggaraan Law Fair Volume 3 yang digelar keluarga besar Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (FH UBB) di Alun-Alun Taman Merdeka, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini dinilai menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku seni budaya.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna mengatakan, Law Fair Volume 3 merupakan ruang bagi mahasiswa untuk berani belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan berkontribusi secara langsung kepada masyarakat. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa FH UBB yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga mampu menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas.
“Pemkot Pangkalpinang mengapresiasi kegiatan ini karena adik-adik sudah berani belajar dan menunjukkan diri,” katanya.

Dessy berpesan agar mahasiswa tidak takut melakukan kesalahan dalam proses belajar dan mengembangkan kemampuan. Menurutnya, kesalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang dapat menjadi bekal untuk memperbaiki diri dan menghadapi berbagai tantangan.
“Kita belajar tidak hanya di bangku akademik, tetapi juga dari lingkungan agar kita bisa terus meningkatkan kapasitas diri, seperti kami yang harus bisa mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Wawako juga menyoroti keterlibatan UMKM dan pelaku seni budaya dalam rangkaian Law Fair Volume 3. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa FH UBB tidak hanya mempelajari aspek hukum secara akademis, tetapi turut berperan dalam menggerakkan roda perekonomian dan memperkuat ekosistem usaha lokal.
Dessy berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan penjualan pelaku UMKM sekaligus membuka peluang bagi usaha lokal untuk terus tumbuh dan berkembang. Ia menilai, semakin aktif kegiatan ekonomi masyarakat, semakin besar pula peluang untuk mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga Kota Pangkalpinang.

“Semoga UMKM juga laris manis karena semakin banyak UMKM yang tumbuh dan berkembang, roda ekonomi juga berputar. Semakin bagus perputaran ekonomi, semakin bagus juga pembangunan di Kota Pangkalpinang,” harapnya.
Lebih lanjut, Dessy berharap kegiatan kolaboratif yang melibatkan mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas seni budaya, dan pemerintah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk memperluas ruang partisipasi generasi muda sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Semoga kegiatan ini terus berlanjut. Untuk adik-adik, terima kasih atas dukungannya. Mari kita terus bersinergi dan berkolaborasi,” pungkasnya. (*/tim)















