PANGKALPINANG, DAN – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin mendorong penguatan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pangkalpinang agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Salah satu fokus pemanfaatan dana tersebut adalah membantu kebutuhan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dorongan itu disampaikan Saparudin saat menghadiri penyaluran Beasiswa Cendekia Baznas Kota Pangkalpinang kepada 433 pelajar jenjang SD/MI hingga SMP/MTs se-Kota Pangkalpinang, Kamis (24/9/2026). Di sisi lain, Baznas Kota Pangkalpinang mencatat penghimpunan zakat, infak, dan sedekah hingga September 2026 baru mencapai sekitar Rp1,3 miliar dari target Rp2,5 miliar tahun ini.
Saparudin mengatakan, bantuan pendidikan tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk dalam kategori asnaf, yakni kelompok masyarakat yang secara ketentuan berhak menerima zakat. Menurutnya, keberadaan Baznas menjadi penting untuk menjembatani kepedulian masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi dengan warga yang membutuhkan bantuan.
“Yang kita serahkan ini merupakan bantuan pendidikan dari BAZNAS untuk anak-anak kita di Kota Pangkalpinang, khususnya mereka yang berasal dari keluarga yang memang masuk dalam golongan penerima zakat, seperti fakir dan miskin,” ujarnya.
Saparudin juga mengapresiasi masyarakat yang selama ini mempercayakan penyaluran zakat dan sedekah melalui Baznas. Menurutnya, dana yang dihimpun harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat yang berhak, termasuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
“Zakat dan sedekah dari masyarakat yang mampu memang menjadi tanggung jawab BAZNAS untuk disalurkan kepada masyarakat yang berhak. Ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kita bersama,” katanya.
Berdasarkan data Baznas Kota Pangkalpinang, sebanyak 433 pelajar menerima Beasiswa Cendekia dalam penyaluran tersebut. Rinciannya, 247 penerima berasal dari jenjang SD/MI, sedangkan 186 lainnya merupakan siswa SMP/MTs.
Penerima dari jenjang SD/MI masing-masing mendapatkan bantuan pendidikan sebesar Rp300 ribu, sementara siswa SMP/MTs memperoleh Rp400 ribu. Selain bantuan pendidikan, penerima juga mendapatkan bantuan konsumsi masing-masing Rp25 ribu untuk jenjang SD/MI dan Rp45 ribu untuk jenjang SMP/MTs.
Secara keseluruhan, bantuan pendidikan yang disalurkan Baznas Kota Pangkalpinang mencapai Rp155,95 juta. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Saparudin berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, Baznas, ASN, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga penghimpunan zakat dapat lebih optimal. Dengan peningkatan penghimpunan tersebut, program sosial dan pendidikan yang menyasar masyarakat membutuhkan diharapkan dapat semakin diperluas.
“Harapan kita tentu bantuan seperti ini bisa meringankan beban keluarga, terutama untuk kebutuhan pendidikan anak-anak. Dan mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakat dan sedekahnya melalui BAZNAS,” ujar Saparudin.
Ketua Baznas Kota Pangkalpinang Drs H Paidi mengatakan, penghimpunan dana zakat masih menghadapi sejumlah tantangan. Hingga September 2026, realisasi penghimpunan baru sekitar Rp1,3 miliar atau masih di bawah target tahunan sebesar Rp2,5 miliar.
Paidi menyebut kontribusi organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang saat ini baru berada di kisaran 40 hingga 50 persen. Bahkan, masih terdapat OPD yang belum memberikan kontribusi secara rutin melalui Baznas.
“Masih ada OPD-OPD yang sampai sekarang ini belum berkontribusi,” katanya. (*/tim)















