Pangkalpinang

GPM Pangkalpinang Digelar 15 Kali Sepanjang 2026, Harga Ayam dan Telur Lebih Murah

×

GPM Pangkalpinang Digelar 15 Kali Sepanjang 2026, Harga Ayam dan Telur Lebih Murah

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Pangkalpinang telah memasuki pelaksanaan ke-15 sepanjang 2026. Program yang digelar Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang ini menjadi salah satu upaya pemerintah membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga lebih terjangkau di tengah tingginya harga kebutuhan pokok.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, mengatakan GPM bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga di bawah harga pasar, tanpa mengabaikan kualitas produk. Hal itu disampaikannya saat pelaksanaan GPM di Kelurahan Kejaksaan, Kecamatan Taman Sari, Kamis (24/9/2026).

“Harapannya, melalui gerakan pangan murah ini, masyarakat khususnya di Kelurahan Kejaksaan dan seluruh masyarakat Pangkalpinang bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran, tetapi kualitasnya tetap baik,” ujar Yiyi.

Dalam pelaksanaan kali ini, GPM melibatkan 13 vendor yang menyediakan berbagai kebutuhan pangan masyarakat. Sebanyak tujuh vendor berasal dari UP2K PKK, sedangkan vendor lainnya terdiri atas Bulog, distributor Dayat, pedagang telur, pedagang ayam, serta Kelompok Wanita Tani (KWT).

Sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga di pasaran. Daging ayam, misalnya, yang biasanya dibanderol Rp46.000 hingga Rp50.000, dalam kegiatan GPM dijual seharga Rp40.000, sedangkan ayam ukuran bulat ditawarkan dengan harga Rp32.000.

Harga telur juga lebih terjangkau. Jika di pasaran telur dijual sekitar Rp30.000, dalam kegiatan tersebut komoditas ini ditawarkan seharga Rp27.000.

“Dengan harga yang lebih terjangkau ini, kita berharap masyarakat bisa terbantu dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” kata Yiyi.

Yiyi mengungkapkan, Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pangan dan Pertanian masih merencanakan sekitar tiga kali pelaksanaan GPM hingga akhir 2026. Dengan demikian, total kegiatan yang ditargetkan mencapai 18 kali sepanjang tahun ini.

Pelaksanaan berikutnya direncanakan untuk memperingati Hari Pangan Sedunia serta menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru. Agenda tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga keterjangkauan harga komoditas menjelang periode peningkatan permintaan.

Selain menggelar GPM, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang juga akan melakukan inventarisasi ulang terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT). Pendataan ini diperlukan untuk mengetahui kondisi, perkembangan, dan potensi kelompok tani, termasuk kelompok yang telah memiliki fasilitas pertanian seperti instalasi hidroponik.

Yiyi menyebutkan, jumlah KWT di Pangkalpinang cukup banyak sehingga perlu dilakukan pendataan dan pembinaan secara berkelanjutan. Pembinaan, khususnya melalui bidang pertanian, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kelompok serta mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki.

“KWT yang ada akan kita inventarisasi kembali, kemudian dilakukan pembinaan, terutama oleh bidang pertanian, agar kelompok-kelompok tersebut bisa lebih produktif,” jelasnya.

Melalui pelaksanaan GPM secara berkelanjutan dan penguatan pembinaan KWT, pemerintah berharap akses masyarakat terhadap bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau semakin luas. Di sisi lain, peningkatan produktivitas kelompok tani juga diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pangan lokal di Kota Pangkalpinang. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *