Nasional & InternasionalOlahraga

Juventus dan Milan Berbagi Poin, Dua Pemain Pengganti Jadi Penentu

×

Juventus dan Milan Berbagi Poin, Dua Pemain Pengganti Jadi Penentu

Sebarkan artikel ini
Sumber Foto: legaseriea.it)

ITALIA, DAN – Juventus dan AC Milan harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 pada laga penutup pekan ketiga. Dua gol dalam pertandingan tersebut sama-sama lahir pada babak kedua dan dicetak oleh pemain yang masuk sebagai pengganti.

Hasil imbang ini membuat Juventus dan Milan gagal mengamankan kemenangan penuh. Sementara itu, AS Roma dan Inter Milan untuk sementara berada di posisi teratas klasemen dengan koleksi poin sempurna. Lazio berpeluang menyamai perolehan tersebut jika mampu meraih kemenangan saat bertandang ke markas Udinese.

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, dan juru taktik Milan, Ruben Amorim, melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain dibandingkan dua pertandingan sebelumnya.

Spalletti melakukan perubahan terutama karena sejumlah pemain harus absen, termasuk Kenan Yildiz dan Weston McKennie. Sementara itu, Amorim melakukan rotasi untuk menemukan formula terbaik bagi Milan. Dalam laga ini, Moreira untuk pertama kalinya dimainkan sebagai pemain sayap kanan.

Kedua tim mengawali pertandingan dengan permainan yang cukup hati-hati. Kondisi tersebut membuat babak pertama berlangsung minim peluang berbahaya, terutama dari lini serang Milan.

Juventus lebih mampu memberikan ancaman melalui Nicolas Gonzalez dan Francisco Conceicao. Namun, kiper Milan, Mike Maignan, tampil sigap, termasuk ketika menggagalkan peluang yang didapat Conceicao.

Memasuki babak kedua, kedua pelatih masih mempertahankan 22 pemain yang mengakhiri babak pertama. Juventus hampir membuka keunggulan pada menit ke-54. Conceicao melepaskan tembakan keras dengan kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola melaju deras, tetapi hanya membentur tiang gawang.

Memasuki menit ke-60, Amorim kemudian melakukan tiga pergantian pemain sekaligus. Moreira, Rabiot, dan Saelemaekers ditarik keluar untuk memberikan tempat kepada Chukwueze, Cisse, dan Loftus-Cheek. Spalletti merespons dengan memasukkan Boga dan Koopmeiners untuk menggantikan Alajbegovic dan Nicolas Gonzalez.

Keputusan Amorim terbukti memberikan dampak positif. Tujuh menit setelah masuk ke lapangan, Cisse berhasil membawa Milan unggul 1-0. Cisse bergerak masuk ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan ke arah tiang jauh. Bola meluncur melewati jangkauan Vicario dan bersarang di gawang Juventus.

Tertinggal satu gol, Juventus berusaha meningkatkan tekanan. Namun, serangan yang dibangun tuan rumah belum cukup efektif untuk membongkar pertahanan Milan.

Juventus lebih banyak mengandalkan umpan silang ke dalam kotak penalti, termasuk mencoba memanfaatkan kehadiran pemain baru Woltemade untuk memenangkan duel udara. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada masa injury time.

Dalam situasi serangan melalui umpan silang, Gatti muncul di dalam kotak penalti dan menyambut bola dengan sundulan. Bola meluncur masuk ke gawang Milan sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.

Gol Gatti menjadi penutup pertandingan. Juventus dan Milan pun harus puas membawa pulang satu poin dari laga tersebut.

Dua gol yang tercipta pada babak kedua sekaligus menunjukkan efektivitas pergantian pemain kedua tim. Cisse membawa Milan unggul setelah masuk dari bangku cadangan, sementara Gatti yang juga menjadi pemain pengganti menjadi penyelamat Juventus lewat golnya di masa injury time. (*/legaseriea.it)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *