Bisnis & PariwisataPangkalpinang

Festival Gema Ekraf II 2026 Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM Pangkalpinang

×

Festival Gema Ekraf II 2026 Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Pemerintah Kota Pangkalpinang mendorong penguatan ekonomi kreatif dan UMKM melalui Festival Gema Ekraf II Tahun 2026 yang digelar di Taman Sari Wilhelmina Park. Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Explore Babel 2026 itu mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, UMKM, komunitas, musisi, dan masyarakat dalam satu ruang promosi sekaligus pengembangan kreativitas.

Festival tersebut menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan musik, lomba band tingkat umum, hingga bazar yang melibatkan sekitar 40 tenant pelaku ekonomi kreatif dan UMKM. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang promosi, jejaring, dan penguatan ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin mengatakan, inovasi menjadi kunci bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk bertahan serta berkembang di tengah perubahan zaman. Menurutnya, kreativitas dan kemampuan menghasilkan inovasi akan turut menentukan pertumbuhan ekonomi daerah.

Saparudin mengajak masyarakat Pangkalpinang untuk terus berkreasi dan meningkatkan produktivitas melalui karya-karya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mampu mengangkat potensi daerah. Ia menilai semakin banyak ruang yang tersedia bagi masyarakat untuk menampilkan karya, semakin besar pula peluang produk lokal dikenal dan berkembang.

“Kita mengajak masyarakat Kota Pangkalpinang ini, ayo kita berinovasi, berkreasi, meningkatkan produktivitas kita untuk menghasilkan karya-karya terbaik kita,” ujarnya.

Saparudin juga mengapresiasi Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dinilai konsisten mendampingi Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif. Menurutnya, Pangkalpinang telah menjadi salah satu kota kreatif di Indonesia sehingga ruang promosi dan ekspresi bagi pelaku kreatif perlu terus diperbanyak.

Bahkan, Saparudin membuka peluang penyelenggaraan Festival Gema Ekraf berikutnya dengan cakupan yang lebih luas. Ia berkelakar bahwa jika Ekraf I dan Ekraf II telah digelar, kegiatan selanjutnya dapat kembali dihadirkan di ruang publik lainnya.

“Kalau perlu nanti kita buat lagi Ekraf ketiga, Pak. Dari depan Ekraf satu, nanti tengah Ekraf dua, nanti ujung lagi Ekraf tiga,” katanya.

Selain menjadi ruang promosi bagi UMKM, Festival Gema Ekraf II juga memberikan panggung bagi anak muda untuk menyalurkan bakat di bidang musik. Lomba band tingkat umum dalam festival tersebut diikuti 18 peserta dan menjadi salah satu kegiatan yang mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Saparudin mengatakan, penyelenggaraan festival band sekaligus menjawab aspirasi anak muda Pangkalpinang yang sebelumnya menginginkan adanya kembali ruang pertunjukan dan kompetisi musik. Ia mengapresiasi Bank Indonesia dan Dinas Pariwisata yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Mereka datang kepada saya, ‘Pak Wali, kapan kita buat acara festival band? Kami sudah lama sekali tidak ada kegiatan-kegiatan festival band.’ Maka berterima kasih kita kepada BI, kepada Dinas Pariwisata yang sudah menyelenggarakan festival band ini,” ungkapnya.

Menurut Saparudin, lomba band tidak semestinya hanya dipandang sebagai ajang untuk memperebutkan juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi musisi muda untuk mengembangkan bakat, membangun jejaring, dan memperluas kesempatan berkarya.

“Saya berharap dengan lomba ini tidak hanya menjadi ajang untuk mencari juara, tetapi juga menjadi wadah bagi anak-anak muda dan para musisi untuk mengembangkan bakat, membangun jejaring, serta terus berkarya dan berinovasi,” katanya.

Saparudin juga mengingatkan bahwa Bangka Belitung memiliki sejumlah talenta musik yang mampu berkiprah hingga tingkat nasional dan internasional. Salah satu nama yang disebutnya adalah almarhum Idang Rasjidi, musisi asal Bangka Belitung yang memiliki perjalanan panjang di industri musik Indonesia.

Di sisi lain, kehadiran sekitar 40 tenant ekonomi kreatif dan UMKM menjadi bagian penting dalam Festival Gema Ekraf II. Produk yang ditampilkan dinilai tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mencerminkan kreativitas, keterampilan, dan potensi masyarakat daerah.

Pemerintah Kota Pangkalpinang, kata Saparudin, berkomitmen memberikan dukungan terhadap kegiatan masyarakat, termasuk melalui dukungan moral, material, perizinan, promosi, dan pembukaan ruang kolaborasi. Dukungan tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang semakin kondusif bagi perkembangan UMKM dan ekonomi kreatif di daerah.

“Kami Pemerintah Kota Pangkalpinang selalu mendukung, baik itu dukungan moral, material, maupun perizinan kepada mereka yang melaksanakan kegiatan-kegiatan di Kota Pangkalpinang ini,” tegasnya.

Saparudin juga mengajak masyarakat tidak sekadar hadir menikmati rangkaian festival, tetapi turut memberikan dukungan langsung kepada pelaku usaha dengan membeli produk lokal. Menurutnya, transaksi masyarakat terhadap produk UMKM merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

“Mari kita dukung bersama-sama kegiatan-kegiatan seperti ini dengan hadir meramaikan, kita apresiasi karya anak-anak bangsa kita. Dan kita belanjakan produk-produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap UMKM dan ekonomi kreatif daerah,” ajaknya.

Wali Kota berharap Festival Gema Ekraf II dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, mempromosikan potensi daerah, dan memperluas jejaring antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, komunitas, serta masyarakat.

“Mari kita jadikan Kota Pangkalpinang menjadi kota yang semakin kreatif, produktif, inovatif, dan terbuka terhadap berbagai inovasi,” pungkasnya. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *