Belitung TimurDaerah

GENTING Perkuat Pencegahan Stunting di Belitung Timur, Bantuan Difokuskan untuk Keluarga Berisiko

×

GENTING Perkuat Pencegahan Stunting di Belitung Timur, Bantuan Difokuskan untuk Keluarga Berisiko

Sebarkan artikel ini

BELITUNG TIMUR, DAN – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memperkuat upaya percepatan pencegahan stunting melalui penyaluran bantuan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Bantuan disalurkan kepada keluarga berisiko stunting di Desa Kurnia Jaya dan Desa Mekar Jaya, Kecamatan Manggar, dengan pendekatan pendampingan yang menyasar pemenuhan gizi, kesehatan ibu hamil, hingga kondisi lingkungan tempat tinggal.

Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, SH. Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Belitung Timur, Melta Indah Nurhayati, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Belitung Timur, Edi Febrianto.

Dua keluarga yang dikunjungi merupakan sasaran prioritas karena terdapat ibu hamil yang menikah pada usia muda. Kondisi tersebut dinilai memiliki risiko lebih tinggi terhadap terjadinya stunting apabila tidak disertai pendampingan yang optimal, baik dari sisi pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, maupun perbaikan lingkungan tempat tinggal.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, mengatakan kunjungan lapangan menjadi bagian dari implementasi Program GENTING yang mengedepankan intervensi tepat sasaran bagi keluarga berisiko stunting.

“Kalau keluarga seperti ini tidak kita dampingi, dikhawatirkan anak yang dilahirkan berisiko mengalami stunting. Kondisi rumah yang sederhana, ditambah usia ibu yang masih sangat muda, menjadi faktor yang harus mendapat perhatian bersama,” ujar Fazar.

Menurut Fazar, pemenuhan gizi sejak masa kehamilan merupakan langkah mendasar dalam mencegah gangguan pertumbuhan anak. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan tidak berupa uang tunai, melainkan bahan pangan bergizi seperti telur dan susu agar manfaatnya dapat diterima langsung oleh ibu hamil.

“Kami sengaja memberikan bantuan dalam bentuk makanan bergizi, bukan uang tunai. Harapannya, nutrisi benar-benar diterima oleh ibu hamil sehingga dapat mendukung tumbuh kembang janin secara optimal,” katanya.

Fazar menegaskan, penanganan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui pemenuhan nutrisi. Faktor usia perkawinan, kesehatan ibu, kondisi sosial ekonomi, sanitasi, akses air bersih, hingga kelayakan rumah harus menjadi bagian dari intervensi terpadu yang melibatkan berbagai sektor.

Sementara itu, Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, menilai percepatan penurunan stunting membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, Kemendukbangga/BKKBN, BAZNAS, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

“Penanganan stunting membutuhkan kerja bersama karena persoalannya bukan hanya kesehatan, tetapi juga menyangkut kondisi sosial, ekonomi, hingga lingkungan tempat tinggal keluarga,” katanya.

Khairil juga mengapresiasi keterlibatan para pendamping, tenaga kesehatan, serta berbagai mitra yang selama ini aktif mendampingi keluarga berisiko stunting. Menurutnya, kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi kunci agar bantuan dan pendampingan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Ia mengimbau ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilan di posyandu maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Selain menjaga pola makan bergizi, ibu hamil juga diharapkan mempersiapkan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif sebagai langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi.

“Ibu hamil harus menjaga asupan makanan bergizi dan nantinya memberikan ASI eksklusif kepada bayi. Banyak sumber pangan lokal yang dapat dimanfaatkan, seperti daun kelor maupun pepaya muda, yang baik untuk membantu meningkatkan produksi ASI,” ujarnya.

Selain aspek kesehatan, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur juga memberi perhatian terhadap kondisi hunian keluarga sasaran yang masih kurang layak. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan organisasi perangkat daerah terkait untuk mengupayakan penanganan secara bertahap sesuai kewenangan dan program yang tersedia.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan OPD terkait agar keluarga yang membutuhkan bisa mendapatkan penanganan secara bertahap sesuai kewenangan yang ada,” tambah Khairil.

Berdasarkan data hingga 30 Juni 2026, Program GENTING di Kabupaten Belitung Timur menargetkan 433 penerima manfaat. Hingga akhir Juni, sebanyak 188 penerima manfaat atau 43,42 persen dari target telah dijangkau, terdiri atas 38 ibu hamil, 62 ibu menyusui, dan 88 anak di bawah dua tahun (baduta).

Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur bersama Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting dapat dilakukan secara lebih komprehensif, berkelanjutan, dan tepat sasaran. Program GENTING diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga memperkuat kualitas kesehatan, lingkungan, serta ketahanan keluarga sebagai fondasi pencegahan stunting. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *