BANGKA TENGAH, DAN – Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan (FPPK) Universitas Bangka Belitung (UBB) melaksanakan Praktikum Akbar di Pulau Ketawai, Kabupaten Bangka Tengah, pada 30 Mei hingga 1 Juni 2026. Kegiatan lapangan ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap ekosistem perairan pesisir dan pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan.
Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa melakukan berbagai rangkaian praktikum yang berfokus pada pengamatan dan pengumpulan data lingkungan perairan. Kegiatan tersebut meliputi pengukuran kualitas perairan, identifikasi ekosistem pesisir, pengambilan sampel biota dan lingkungan, hingga pendataan kondisi sumber daya perairan yang terdapat di Pulau Ketawai.
Praktikum lapangan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif kepada mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di ruang kuliah ke dalam kondisi nyata di lapangan, sekaligus mengasah kemampuan teknis yang dibutuhkan dalam bidang pengelolaan sumber daya perairan.
Selain memperkuat kompetensi akademik, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Interaksi langsung dengan lingkungan perairan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai berbagai tantangan yang dihadapi kawasan pesisir serta pentingnya pengelolaan berbasis ilmu pengetahuan dan prinsip keberlanjutan.
Pulau Ketawai dipilih sebagai lokasi praktikum karena memiliki karakteristik ekosistem pesisir yang beragam dan representatif sebagai laboratorium alam bagi mahasiswa. Kondisi tersebut memungkinkan peserta praktikum untuk melakukan observasi dan analisis secara langsung terhadap berbagai komponen lingkungan perairan yang menjadi objek kajian dalam program studi.
Melalui Praktikum Akbar ini, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan UBB berharap dapat mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik yang kuat, keterampilan lapangan yang memadai, serta komitmen dalam menjaga dan mengelola sumber daya perairan secara berkelanjutan. Kompetensi tersebut dinilai penting dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan di masa depan. (*/ubb.ac.id)














