Pangkalpinang

PT TIMAH Raih Apresiasi Nasional GENTING 2026, Kolaborasi Pentahelix Perkuat Upaya Penurunan Stunting di Babel

×

PT TIMAH Raih Apresiasi Nasional GENTING 2026, Kolaborasi Pentahelix Perkuat Upaya Penurunan Stunting di Babel

Sebarkan artikel ini

PANGKAL PINANG, DAN – Komitmen dunia usaha dalam mendukung percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. PT TIMAH (Persero) Tbk menerima apresiasi dalam ajang GENTING Collaboration Summit 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Division Head of Belitung Area PT TIMAH (Persero) Tbk, Feriandi, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi dan komitmen perusahaan dalam mendukung Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), khususnya melalui berbagai intervensi nyata bagi keluarga berisiko stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Mengusung tema “Satu Gerakan, Sejuta Harapan, Wujudkan Generasi Bebas Stunting”, GENTING Collaboration Summit 2026 menjadi forum nasional yang mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan berbagai mitra pembangunan untuk memperkuat kolaborasi dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Indonesia.

Bagi Bangka Belitung, apresiasi yang diterima PT TIMAH menjadi bukti bahwa keterlibatan dunia usaha memiliki peran strategis dalam memperkuat kemitraan dan memperluas jangkauan intervensi bagi keluarga sasaran.

Kontribusi PT TIMAH dalam mendukung Program GENTING diwujudkan melalui berbagai bentuk bantuan kepada Keluarga Berisiko Stunting (KRS), khususnya keluarga pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan keluarga dengan balita.

Dukungan tersebut meliputi perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 14 unit, terdiri atas tujuh unit di Kabupaten Belitung, tiga unit di Kabupaten Belitung Timur, tiga unit di Kota Pangkalpinang, dan satu unit di Kabupaten Bangka.

Selain itu, PT TIMAH turut mendukung penyediaan tiga unit jamban sehat, masing-masing satu unit di Kabupaten Belitung dan dua unit di Kabupaten Belitung Timur. Perusahaan juga memberikan dukungan nutrisi dan edukasi kepada 80 keluarga berisiko stunting yang membutuhkan.

Division Head of Belitung Area PT TIMAH (Persero) Tbk, Feriandi, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan keluarga dan anak-anak di Bangka Belitung.

“Melalui sinergitas stakeholder dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting dan perbaikan RTLH di Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Belitung, PT TIMAH (Persero) Tbk hadir membangun fondasi masa depan. Sinergi ini mengubah kita yang tak saling kenal menjadi satu keluarga peduli,” ujar Feriandi.

Ia menambahkan bahwa hasil kolaborasi tersebut dapat dilihat dari tumbuh kembang anak-anak yang mendapatkan pendampingan dan dukungan.

“Melihat anak-anak asuh tumbuh sehat membuktikan komitmen kita bahwa mereka berhak merdeka untuk tumbuh sehat. Dari Belitung, kolaborasi nyata ini kita wujudkan demi generasi emas Indonesia yang terbebas dari stunting,” lanjutnya.

Kontribusi tersebut memperlihatkan bahwa upaya pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga perlu memperhatikan berbagai faktor yang memengaruhi kualitas kehidupan keluarga, seperti kondisi tempat tinggal, sanitasi, kesehatan ibu dan anak, pola asuh, serta pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.

Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yudi Rafani, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT TIMAH (Persero) Tbk atas komitmen, dedikasi, dan kontribusi nyata dalam mendukung percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Bangka Belitung.

Menurutnya, keterlibatan PT TIMAH menjadi salah satu contoh konkret sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperluas jangkauan intervensi pencegahan stunting. Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media dalam membangun ekosistem pembangunan keluarga.

Ditemui secara terpisah, Ketua Tim Kerja Permaslalinlap sekaligus Anggota Pilar 3 Konvergensi Program dan Kemitraan TP3S Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Utiwi Dardini, menegaskan bahwa penghargaan yang diterima PT TIMAH merupakan bukti pentingnya kolaborasi dan konvergensi lintas sektor dalam mempercepat pencegahan dan penurunan stunting.

Menurut Utiwi, persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu jenis intervensi ataupun oleh satu sektor. Diperlukan keterpaduan berbagai program yang mampu menjawab kebutuhan keluarga secara menyeluruh, mulai dari pemenuhan gizi, akses sanitasi dan air bersih, perbaikan kualitas hunian, kesehatan ibu dan anak, hingga edukasi dan penguatan pola asuh keluarga.

“Penghargaan yang diterima PT TIMAH menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor bukan sekadar komitmen di atas kertas, tetapi dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang menjawab kebutuhan keluarga. Dalam upaya percepatan penurunan stunting, kita tidak bisa hanya berfokus pada pemenuhan gizi. Aspek sanitasi, air bersih, kelayakan hunian, kesehatan, dan pengasuhan juga harus menjadi perhatian. Karena itu, konvergensi program dan kemitraan menjadi sangat penting agar setiap sumber daya dan dukungan yang tersedia dapat saling melengkapi dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga sasaran,” ungkap Utiwi.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan kemitraan tidak semata-mata diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, tetapi juga dari ketepatan sasaran, keberlanjutan pendampingan, serta manfaat yang dihasilkan bagi keluarga penerima.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan Tim Pendamping Keluarga perlu terus diperkuat agar setiap bentuk dukungan dapat terintegrasi dengan kebutuhan keluarga berisiko stunting.

Melalui Program GENTING, Kemendukbangga/BKKBN mendorong semakin banyak pihak untuk mengambil peran sebagai Orang Tua Asuh melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama. Pendekatan ini memungkinkan dukungan dari berbagai mitra dipertemukan dengan kebutuhan keluarga secara lebih terarah, sehingga intervensi dapat berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

GENTING Collaboration Summit 2026 tidak hanya menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen, memperluas jejaring kemitraan, serta mendorong praktik baik kolaborasi lintas sektor dalam percepatan pencegahan dan penurunan stunting.

Apresiasi yang diterima PT TIMAH diharapkan menjadi inspirasi bagi dunia usaha dan seluruh mitra pembangunan di Bangka Belitung untuk terus memperluas kontribusi dan mengambil bagian dalam pembangunan keluarga. Sebab, mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian, kolaborasi, dan aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *