PANGKALPINANG, DAN – Pemerintah Kota Pangkalpinang mendorong pelestarian kebudayaan daerah agar tidak hanya menjadi upaya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, pengembangan pariwisata, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pengembangan pariwisata berbasis budaya (cultural tourism) serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dinilai menjadi langkah strategis untuk menjadikan kebudayaan sebagai salah satu pilar pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Syaril Nopriansyah, saat mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, dalam peringatan Hari Kebudayaan Nasional di Taman Wilhelmina, Sabtu malam (17/10/2026).
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, Syaril menyampaikan bahwa Hari Kebudayaan Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan bangsa sekaligus meneguhkan identitas dan jati diri masyarakat melalui kekayaan budaya daerah. Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang mengajarkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Kebudayaan merupakan identitas dan jati diri bangsa yang harus kita jaga bersama. Tugas kita bukan hanya melestarikan warisan tersebut, tetapi juga menghidupkan, mengembangkan, serta mewariskannya kepada generasi penerus agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” demikian pesan dalam sambutan Wali Kota.
Syaril menegaskan, pelestarian kebudayaan perlu diarahkan pada upaya yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, kegiatan kebudayaan diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan SDM kebudayaan serta pengembangan potensi ekonomi kreatif di Kota Pangkalpinang.
Menurutnya, pengembangan kebudayaan harus terintegrasi dengan berbagai sektor pembangunan, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga diplomasi kebudayaan. Integrasi tersebut diharapkan mampu menjadikan tradisi, bahasa, seni, dan adat istiadat daerah sebagai modal pembangunan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya juga memiliki peran penting dalam menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas lokal (local pride). Keterlibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan tradisi dan nilai-nilai budaya agar tetap hidup serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Melalui peringatan Hari Kebudayaan Nasional, Pemerintah Kota Pangkalpinang mengajak masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam menjaga keberagaman dan menjadikan kebudayaan sebagai bagian strategis dari pembangunan daerah. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkokoh persatuan, memperkuat karakter masyarakat, serta mendukung terwujudnya Pangkalpinang yang unggul dan berdaya saing. (*/tim)















