PangkalpinangPendidikan & Budaya

Pemprov Babel Dorong Transformasi Perpustakaan Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat

×

Pemprov Babel Dorong Transformasi Perpustakaan Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) mendorong transformasi perpustakaan desa menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat guna memperkuat budaya literasi serta mewujudkan desa cerdas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian penghargaan kepada perpustakaan desa berprestasi dalam Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tahun 2026 tingkat Provinsi Babel, Rabu (14/10/2026).

Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Babel, Hidayat Arsani bersama Bunda Literasi Provinsi Babel, Ni Komang Widari, di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel. Kegiatan yang dikoordinasikan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Babel ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi pengelola perpustakaan dalam meningkatkan minat baca, memperluas akses informasi, dan menghadirkan layanan literasi yang inovatif serta bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Hidayat Arsani mengatakan, perpustakaan desa memiliki peran strategis yang tidak terbatas pada penyediaan bahan bacaan dan layanan peminjaman buku. Lebih dari itu, perpustakaan dapat menjadi ruang belajar bagi masyarakat untuk memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

“Selamat untuk para pemenang atas kesuksesan yang sudah diraih. Semoga lomba ini akan selalu ada setiap tahunnya,” ujarnya.

Gubernur menegaskan, pemerintah provinsi akan terus mendorong desa-desa untuk berinovasi dalam mengelola perpustakaan, mulai dari melengkapi bahan bacaan, meningkatkan kualitas pelayanan, hingga mengembangkan program literasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Perpustakaan juga diharapkan menjadi ruang belajar yang inklusif dan mudah diakses oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar, hingga masyarakat umum.

Menurut Hidayat, transformasi perpustakaan desa perlu didukung pemanfaatan teknologi informasi dan kolaborasi berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah desa, lembaga pendidikan, komunitas literasi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan layanan serta menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini. Ia juga berpesan kepada generasi muda Bangka Belitung agar terus berprestasi, menjaga nama baik daerah, dan berkontribusi bagi bangsa dan negara.

“Untuk anak-anak Babel, terus berikan yang terbaik bagi Provinsi Babel ini. Teruslah selalu berbakti kepada bangsa dan negara, serta senantiasa bahagia. Ini semua kita lakukan dari rakyat untuk rakyat,” ungkapnya.

Perpustakaan Pelita Ilmu Rembuding Raih Juara I

Dalam Lomba Perpustakaan Desa Terbaik Tahun 2026 tingkat Provinsi Babel, Perpustakaan Pelita Ilmu Rembuding, Desa Buding, Kabupaten Belitung Timur, meraih juara pertama dengan nilai 912,6. Para pemenang memperoleh uang pembinaan sesuai peringkat masing-masing, dengan rincian sebagai berikut:

  • Juara I: Perpustakaan Pelita Ilmu Rembuding, Desa Buding, Kabupaten Belitung Timur, dengan nilai 912,6 dan uang pembinaan Rp10.000.000.
  • Juara II: Perpustakaan Cahaya Ilmu, Desa Ketap, Kabupaten Bangka Barat, dengan nilai 808 dan uang pembinaan Rp8.000.000.
  • Juara III: Perpustakaan Ceria, Desa Tiram, Kabupaten Bangka Selatan, dengan nilai 799,6 dan uang pembinaan Rp6.000.000.
  • Juara Harapan I: Perpustakaan Desa Bukit 7, Desa Sempan, Kabupaten Bangka, dengan nilai 736,6 dan uang pembinaan Rp4.000.000.
  • Juara Harapan II: Perpustakaan Mawar Putih, Desa Simpang Rusa, Kabupaten Belitung, dengan nilai 702,6 dan uang pembinaan Rp3.000.000.
  • Juara Harapan III: Perpustakaan Desa Betuah, Desa Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah, dengan nilai 576,6 dan uang pembinaan Rp2.000.000.

Selain lomba perpustakaan desa terbaik, penghargaan juga diberikan kepada perpustakaan yang dinilai berhasil mengimplementasikan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Terbaik Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026. Sebanyak 15 perpustakaan desa menerima penghargaan dalam kategori tersebut.

Daftar penerima penghargaan kategori TPBIS meliputi:

  • Perpustakaan Sempan, Kabupaten Bangka.
  • Perpustakaan Desa Air Belo, Kabupaten Bangka Barat.
  • Perpustakaan Desa Belo Laut, Kabupaten Bangka Barat.
  • Perpustakaan Desa Rambat, Kabupaten Bangka Barat.
  • Perpustakaan Desa Jebus, Kabupaten Bangka Barat.
  • Perpustakaan Desa Ranggi Asam, Kabupaten Bangka Barat.
  • Perpustakaan Desa Ketap, Kabupaten Bangka Barat.
  • Perpustakaan Jendela Ilmu Desa Terentang, Kabupaten Bangka Barat.
  • Perpustakaan Desa Benteng Kota, Kabupaten Bangka Barat.
  • Perpustakaan Desa Sekar Biru, Kabupaten Bangka Barat.
  • Perpustakaan Desa Puput, Kabupaten Bangka Barat.
  • Perpustakaan Desa Air Gantang, Kabupaten Bangka Barat.
  • Perpustakaan Desa Teluk Limau, Kabupaten Bangka Barat.
  • Perpustakaan Desa Mentawak, Kabupaten Belitung Timur.
  • Perpustakaan Desa Cendil, Kabupaten Belitung Timur.

Pada kesempatan yang sama, Hidayat Arsani menerima penghargaan atas dukungan terhadap pengutamaan penggunaan bahasa negara di Provinsi Babel. Sementara itu, Bunda Literasi Provinsi Babel, Ni Komang Widari, menerima penghargaan atas dukungan terhadap pembinaan dan pemasyarakatan gerakan literasi di daerah, yang diberikan oleh Kantor Bahasa Provinsi Babel.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Babel Fery Afriyanto, Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Kota Pangkalpinang Susanti Saparudin, Kepala DKPUS Provinsi Babel, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Babel, para Bunda Literasi kabupaten atau perwakilannya, perwakilan perangkat daerah Pemprov Babel, serta tamu undangan.

Melalui transformasi perpustakaan desa, Pemprov Babel berharap layanan literasi semakin berkembang dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Penguatan akses informasi, inovasi layanan, dan kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sekaligus ruang pemberdayaan yang mendukung terwujudnya masyarakat Bangka Belitung yang berpengetahuan, kreatif, dan berdaya saing. (*/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *