PANGKALPINANG, DAN – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meraih skor 7,14 dalam penilaian perdana Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2026 dengan kategori Sangat Baik. Capaian yang dihimpun dari 20.750 responden di seluruh kabupaten/kota ini menjadi indikator kondisi kerukunan masyarakat sekaligus bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menjaga toleransi, persatuan, dan stabilitas sosial.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Babel, Burhanuddin, menyebut hasil tersebut mendapat penilaian sangat baik dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ia mengapresiasi Kesbangpol kabupaten/kota yang telah berpartisipasi dalam pengisian kuesioner berdasarkan empat dimensi dan delapan variabel penilaian.
“Artinya, sungguh luar biasa capaian IHaI untuk Provinsi Bangka Belitung pada tahun 2026 ini,” ujarnya.
Menurut Burhanuddin, IHaI tidak hanya menggambarkan kondisi kerukunan masyarakat, tetapi juga membantu pemerintah mengukur hasil pelaksanaan program dan pencapaian target kinerja gubernur dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Berdasarkan empat dimensi penilaian, Harmoni Keagamaan mencatat skor tertinggi sebesar 7,43, disusul Harmoni Budaya dengan skor 7,16 dan Harmoni Sosial sebesar 7,10. Ketiga dimensi tersebut masuk kategori Sangat Baik, sedangkan Harmoni Ekonomi memperoleh skor 6,92 dan menjadi satu-satunya dimensi yang masih berada dalam kategori Baik.
Burhanuddin menilai kerukunan beragama menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kehidupan masyarakat Babel yang beragam. Ia mencontohkan hubungan harmonis antara masyarakat Melayu dan Tionghoa yang telah terjalin sejak lama dan tercermin dalam falsafah Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong, yang mengandung semangat kebersamaan, kesetaraan, dan keharmonisan antaretnis.
“Itu jelas sekali sudah kental di wilayah Bangka Belitung ini,” katanya.
Burhanuddin menambahkan, masyarakat dari berbagai suku yang datang dan menetap di Babel juga berperan dalam merawat kerukunan. Sikap saling mendukung, menghormati perbedaan, dan menjaga kehidupan beragama menjadi bagian penting dalam mempertahankan keharmonisan di daerah tersebut.
Dalam pemetaan berdasarkan kabupaten/kota, Kabupaten Belitung Timur meraih skor tertinggi dengan nilai 7,83. Posisi berikutnya ditempati Bangka Selatan dengan skor 7,31, Kabupaten Belitung 7,25, Bangka Tengah 7,24, Kota Pangkalpinang 7,19, dan Kabupaten Bangka 7,16. Sementara itu, Kabupaten Bangka Barat memperoleh skor 6,67 dengan kategori Baik.
Meski secara keseluruhan meraih predikat Sangat Baik, hasil penilaian tersebut masih menunjukkan sejumlah aspek yang perlu diperkuat. Salah satunya adalah variabel penguatan peran perempuan, pemuda, dan komunitas marginal yang mencatat skor 7,05, lebih rendah dibandingkan variabel lainnya pada dimensi sosial.
Burhanuddin mengatakan, Kesbangpol provinsi bersama Kesbangpol kabupaten/kota akan memprioritaskan pemberdayaan perempuan, penguatan kesetaraan gender, serta peningkatan peran kelompok marginal. Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh elemen masyarakat memperoleh ruang partisipasi yang setara dalam kehidupan sosial.
“Sehingga tidak ada kesan kita memarginalkan gender maupun pemuda-pemudi kita,” ujarnya.
Burhanuddin menegaskan, upaya menjaga kerukunan merupakan bagian dari amanah Gubernur Hidayat Arsani yang harus dijalankan secara berkelanjutan, baik dalam kehidupan beragama, budaya, maupun aspek lain yang berpotensi memicu perpecahan. Menurutnya, keharmonisan masyarakat harus terus dipelihara agar keberagaman menjadi kekuatan bagi pembangunan daerah.
“Bangka Belitung ini tidak boleh berpecah, kita harus harmoni terus,” tegasnya.
Burhanuddin juga mengajak masyarakat untuk menjaga suasana tenteram melalui kebiasaan sederhana, seperti saling menyapa, menghormati perbedaan, dan membangun komunikasi yang baik di lingkungan masing-masing. Menurutnya, kerukunan tidak cukup hanya diukur melalui angka indeks, tetapi harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kesbangpol Babel, Dyah Fitri Inayati, yang menjadi koordinator IHaI bersama para penanggung jawab (PIC) IHaI Kesbangpol kabupaten/kota, turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai hasil ini merupakan buah kolaborasi pemerintah daerah dan dukungan berbagai unsur masyarakat.
“Alhamdulillah, penilaian Indeks Harmoni Indonesia di Provinsi Babel tahun 2026, yang baru pertama kali dilaksanakan di provinsi ini, mendapat predikat sangat baik dengan nilai 7,14,” ungkapnya.
Dyah menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama Kesbangpol tingkat provinsi dan kabupaten/kota, dukungan organisasi perangkat daerah (OPD), instansi terkait, serta masyarakat. Dukungan Gubernur Hidayat Arsani bersama seluruh bupati dan wali kota di Babel juga dinilai menjadi bagian penting dalam pelaksanaan penilaian tersebut.
Dyah menegaskan, IHaI bukan sekadar angka statistik, melainkan instrumen pendukung pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan persatuan, kerukunan, toleransi, dan stabilitas sosial. Karena itu, hasil penilaian diharapkan dapat menjadi dasar untuk memperkuat program yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Dyah berharap pelaksanaan IHaI pada tahun-tahun mendatang semakin baik melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, capaian positif tersebut tidak hanya menjadi prestasi dalam penilaian, tetapi juga tercermin dalam kehidupan masyarakat Babel yang rukun, inklusif, dan harmonis. (*/red)















