BangkaDaerahNasional & InternasionalPendidikan & Budaya

ISC 2026 UBB Diikuti 270 Peserta dari 27 Negara, Grand Final Digelar 29 Oktober

×

ISC 2026 UBB Diikuti 270 Peserta dari 27 Negara, Grand Final Digelar 29 Oktober

Sebarkan artikel ini

BANGKA, DAN – International Student Competition (ISC) 2026 yang diselenggarakan Universitas Bangka Belitung (UBB) berhasil menarik 270 peserta dari 27 negara hingga penutupan pendaftaran dan pengumpulan karya pada Jumat (16/10/2026) pukul 23.59 WIB. Tingginya partisipasi tersebut memperkuat jangkauan internasional UBB sekaligus menjadikan kompetisi ini sebagai wadah bagi mahasiswa dari berbagai negara untuk menghadirkan gagasan dan inovasi dalam menjawab tantangan global.

Mengusung tema “Youth-Led Resilience: Turning Crisis into Creative, Inclusive Innovation”, ISC 2026 mendorong generasi muda mengubah krisis menjadi peluang melalui inovasi yang kreatif, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan semangat “Innovate • Collaborate • Inspire the Future”, kompetisi ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran kritis, memperluas kolaborasi, dan menawarkan solusi atas berbagai persoalan nyata.

Dari total 270 pendaftar, sebanyak 69 mahasiswa berasal dari UBB, menjadikan perguruan tinggi tersebut sebagai penyumbang peserta terbanyak dalam ISC 2026. Partisipasi mahasiswa UBB tersebar di empat kategori perlombaan, yakni Essay, Scientific Research Paper, Tool Design, dan Business Plan.

Kategori Essay menjadi yang paling diminati dengan 146 peserta atau 54,07 persen dari total pendaftar. Selanjutnya, kategori Scientific Research Paper diikuti 63 peserta (23,33 persen), Tool Design sebanyak 33 peserta (12,22 persen), dan Business Plan sebanyak 28 peserta (10,37 persen).

Pada kategori Essay, mahasiswa UBB menempati posisi teratas dengan 32 peserta. Capaian serupa juga terlihat pada kategori Scientific Research Paper dengan 28 peserta, sedangkan pada kategori Tool Design UBB mencatat lima peserta dan pada Business Plan sebanyak empat peserta.

Ketua Panitia ISC 2026, Dr. Ir. Firlya Rosa, S.S.T., M.T., mengatakan kompetisi tersebut dirancang bukan sekadar sebagai ajang perlombaan, melainkan juga sebagai sarana pengembangan kemampuan akademik dan praktis mahasiswa. Melalui kompetisi ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan untuk menjawab tantangan nyata.

“ISC bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah bagi mahasiswa dari berbagai penjuru dunia untuk menguji dan mengembangkan kemampuan akademik maupun praktis. Melalui kompetisi ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk menjawab tantangan nyata, sekaligus membangun jejaring internasional,” ujar Firlya.

Menurutnya, interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara menjadi salah satu nilai penting dalam penyelenggaraan ISC 2026. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta, membuka peluang pertukaran gagasan, serta mempersiapkan mereka menghadapi dunia profesional.

“Harapannya, ISC menjadi ruang belajar bersama, tempat mahasiswa saling bertukar gagasan, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional. Jadi, bukan hanya tentang meraih gelar juara, tetapi juga pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti kompetisi,” tambahnya.

Partisipasi ISC 2026 juga menunjukkan keterlibatan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Kepulauan Bangka Belitung mencatat 38 peserta pada kategori Essay dan 29 peserta pada Scientific Research Paper, sementara Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak pada kategori Tool Design, yakni 16 orang.

Adapun DKI Jakarta memimpin jumlah peserta pada kategori Business Plan dengan enam orang. Keragaman asal peserta tersebut memperlihatkan luasnya jangkauan kompetisi, baik secara nasional maupun internasional, sekaligus membuka peluang pertukaran perspektif keilmuan dan budaya.

ISC 2026 menghadirkan empat kategori yang dirancang untuk mewadahi beragam potensi mahasiswa. Melalui kategori Essay, peserta didorong menyampaikan gagasan kritis; Tool Design berfokus pada rancangan solusi berbasis teknologi; Business Plan mengakomodasi pengembangan inovasi bisnis; sedangkan Scientific Research Paper menjadi ruang untuk menghasilkan penelitian ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi UBB, penyelenggaraan ISC 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik dan membangun ekosistem pendidikan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi global. Kompetisi ini juga sejalan dengan upaya mendorong mahasiswa agar mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga berkontribusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Setelah tahap pendaftaran dan pengumpulan karya ditutup, rangkaian ISC 2026 akan berlanjut ke babak Grand Final pada 29 Oktober 2026 di Kampus Universitas Bangka Belitung. Pada tahap tersebut, para finalis terpilih akan berkesempatan mempresentasikan karya dan inovasi terbaik mereka di hadapan dewan penilai.

Dengan melibatkan 270 peserta dari 27 negara, ISC 2026 menjadi salah satu upaya UBB memperluas peran dalam percaturan akademik internasional. Babak Grand Final mendatang diharapkan menjadi momentum bagi para finalis untuk menunjukkan bahwa kreativitas, kolaborasi, dan ilmu pengetahuan dapat menjadi landasan dalam menghasilkan solusi bagi tantangan masa depan. (*/ubb.ac.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *