PANGKALPINANG, DAN – Pemerintah Kota Pangkalpinang akan memperluas program pendidikan keagamaan bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) melalui kegiatan belajar di masjid. Program yang dijadwalkan mulai tahun depan ini menjadi salah satu upaya Pemkot Pangkalpinang dalam memperkuat karakter religius generasi muda, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong kreativitas serta inovasi Gen Z.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, dalam Rapat Paripurna Istimewa ke-1 Masa Persidangan I dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang, Kamis (17/9/2026).
Prof. Saparudin menjelaskan, pengembangan generasi muda harus dilakukan melalui pendidikan yang bermutu, pembinaan karakter, serta penyediaan ruang untuk menyalurkan minat dan bakat. Menurutnya, capaian pendidikan yang telah diraih Pangkalpinang perlu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan alasan untuk berpuas diri.
Ia menyebutkan, Pangkalpinang berhasil menempati peringkat keenam secara nasional dalam prestasi pendidikan pada ujian sebelumnya untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen meningkatkan kapasitas pendidikan agar generasi muda mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Pertama, tentunya untuk anak-anak muda kita ini, Gen Z ini, kita berupaya untuk memberikan kapasitas pendidikan yang lebih bermutu,” ujar Prof. Saparudin.
Selain melalui pendidikan formal, Pemkot Pangkalpinang juga berupaya menyediakan ruang publik yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk melakukan berbagai aktivitas positif. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung kegiatan seni, olahraga, dan keagamaan sekaligus menjadi wadah bagi anak muda untuk mengembangkan potensi diri.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas program pendidikan keagamaan berbasis masjid. Setelah sebelumnya menyasar anak-anak SD, mulai tahun depan program tersebut direncanakan menjangkau siswa SMP melalui kegiatan belajar pada sore hingga malam hari.
“Jadi anak SMP akan masuk ke TPA mulai sore pukul 05.00 sampai pukul 08.00. Jadi mereka akan salat Magrib di masjid, kemudian juga salat Isya di masjid-masjid, mereka akan belajar bahasa Arab di masjid untuk anak-anak SMP kita,” jelasnya.
Menurut Prof. Saparudin, program tersebut merupakan kelanjutan dari pembinaan keagamaan yang telah diberikan kepada anak-anak sejak jenjang SD. Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap pembentukan karakter religius dapat berlangsung secara berkesinambungan ketika peserta didik melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
Ia menegaskan, pembangunan kualitas generasi muda tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual. Anak-anak juga perlu dibekali kecerdasan emosional serta kemampuan praktis agar mampu menerapkan pengetahuan dan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita persiapkan mereka menjadi generasi yang religius, yang kemudian mereka memiliki kecerdasan intelektual, tapi juga kecerdasan emosional dan kecerdasan-kecerdasan praktikal mereka di dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Di samping penguatan pendidikan dan karakter, Pemkot Pangkalpinang juga menaruh perhatian pada pengembangan kreativitas dan inovasi generasi muda. Pemerintah berharap tersedianya ruang beraktivitas dan program pembinaan yang berkelanjutan dapat mendorong anak-anak muda tumbuh menjadi generasi yang produktif, berkarakter, serta mampu melahirkan gagasan baru.
“Tentu harapan kita anak-anak muda kita ini menjadi anak-anak yang terus bisa tumbuh kreasi dan inovasinya,” pungkas Prof. Saparudin. (*/red)















