PangkalpinangPendidikan & Budaya

Cantabile Ethnic Ensemble Tampil di China, Bawa Seni Budaya Bangka Belitung ke Panggung Dunia

×

Cantabile Ethnic Ensemble Tampil di China, Bawa Seni Budaya Bangka Belitung ke Panggung Dunia

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Cantabile Ethnic Ensemble, kelompok musik beranggotakan 10 anak muda asal Pangkalpinang, akan membawa karya seni sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bangka Belitung ke panggung internasional di Chengdu, China. Kelompok musik yang didominasi pelajar SMA tersebut dijadwalkan bertolak pada 14 Oktober 2026 setelah menggelar Konser Pamit di rumah dinas Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (9/10/2026) malam.

Keberangkatan tersebut mendapat dukungan dari Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif atau Prof. Udin. Ia berharap kesempatan tampil di luar negeri dapat memberikan manfaat bagi para musisi muda sekaligus mendorong perkembangan seni budaya di Kota Pangkalpinang.

Dalam sambutannya, Prof. Udin menyampaikan apresiasi kepada Cantabile Ethnic Ensemble dan sembilan kelompok seni lainnya yang memperoleh dukungan melalui program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan. Menurutnya, dukungan pendanaan tersebut perlu dimanfaatkan untuk menghasilkan karya yang memberikan dampak positif, baik bagi pelaku seni maupun masyarakat luas.

“Kami dari Pemerintah Kota Pangkalpinang mengucapkan selamat dan sukses untuk grup musik ini serta sembilan grup lainnya. Mudah-mudahan apa yang dilakukan bisa memberikan manfaat, baik untuk internal grup maupun bagi masyarakat Kota Pangkalpinang,” ujarnya.

Konser pamit tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Bunda Susanti, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua Dewan Kesenian Kota Pangkalpinang Evan Bresco, serta pemilik Swiss-Belhotel, Hongky Lie.

Selain memberikan dukungan kepada Cantabile Ethnic Ensemble, Prof. Udin mendorong kelompok seni lokal agar terus mengembangkan kreativitas dan memanfaatkan peluang pendanaan yang tersedia. Ia meminta Dewan Kesenian Kota Pangkalpinang berperan lebih aktif dalam merangkul sanggar serta mendampingi para seniman untuk mengembangkan potensi mereka.

Menurut Wali Kota, pendampingan juga perlu mencakup kemampuan menyusun proposal kegiatan yang baik, terarah, dan mampu menunjukkan nilai kreativitas serta inovasi. Dengan demikian, gagasan para seniman dapat tersampaikan secara jelas ketika diajukan untuk memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah.

“Kreasi mereka ini sebetulnya banyak, tinggal bagaimana diolah dan dituangkan dalam proposal usulan. Dengan begitu, reviewer di kementerian bisa melihat ada unsur kreativitas, inovasi, serta nilai seni budaya lokal Bangka Belitung,” tambahnya.

Prof. Udin menilai kekayaan seni budaya Bangka Belitung merupakan potensi yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Dewan Kesenian, dan komunitas seni dinilai penting untuk memperluas kesempatan bagi para seniman dalam menghasilkan karya serta menjangkau panggung yang lebih luas.

Pemerintah Kota Pangkalpinang, lanjutnya, berkomitmen mendukung ruang tumbuh bagi kreativitas dan perkembangan seni budaya. Dukungan tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi kelompok seni lokal untuk mengikuti program pendanaan dan menampilkan karya mereka di tingkat nasional maupun internasional.

Keberangkatan Cantabile Ethnic Ensemble ke Chengdu menjadi salah satu kesempatan bagi generasi muda Pangkalpinang untuk memperluas pengalaman dan mengenalkan identitas budaya daerah melalui musik. Melalui penampilan tersebut, mereka diharapkan dapat membawa kekayaan seni Bangka Belitung lebih dikenal oleh masyarakat internasional. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *