BangkaDaerahPendidikan & Budaya

100 Mahasiswa Pertanian UBB Terima Beasiswa Yayasan JHL Merah Putih Kasih

×

100 Mahasiswa Pertanian UBB Terima Beasiswa Yayasan JHL Merah Putih Kasih

Sebarkan artikel ini

BANGKA, DAN – Sebanyak 100 mahasiswa Jurusan Pertanian Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan (FPPK) Universitas Bangka Belitung (UBB) menerima beasiswa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih. Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan sekaligus upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Beasiswa diserahkan oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih, Jerry Hermawan Lo, kepada Rektor UBB Prof. Dr. Ibrahim, M.Si., dalam kegiatan yang berlangsung di Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Kabupaten Bangka, Rabu (2/9/2026).

Selain bantuan dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih, Gubernur Babel, Hidayat Arsani, pada kesempatan yang sama menyerahkan bantuan beasiswa kerja sama tahap I Tahun Anggaran 2026 kepada 73 mahasiswa dengan total nilai Rp195 juta. Pemprov Babel juga memberikan bantuan sosial pendidikan kepada dua mahasiswa, yakni Nabila Deviya Sari sebesar Rp7 juta dan Apriyadi Safutra sebesar Rp6,25 juta.

Berbagai dukungan tersebut menunjukkan adanya perhatian yang semakin kuat terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa di Bangka Belitung. Bantuan pendidikan diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa dan keluarga sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, UBB dan Yayasan JHL Merah Putih Kasih juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kerja sama tersebut diarahkan tidak hanya pada pemberian beasiswa, tetapi juga pada pengembangan pendidikan, peningkatan kapasitas mahasiswa, kewirausahaan, inovasi, serta penguatan sumber daya manusia di Bangka Belitung.

Rektor UBB Ibrahim mengapresiasi dukungan yang diberikan Yayasan JHL Merah Putih Kasih kepada mahasiswa UBB. Menurutnya, pemberian beasiswa dalam jumlah besar tersebut memiliki arti penting karena untuk pertama kalinya lembaga yang berorientasi pada dunia industri dan perekonomian memberikan dukungan beasiswa dalam jumlah signifikan kepada mahasiswa UBB.

“Ini merupakan suatu hal yang luar biasa bagi UBB. Untuk pertama kalinya, lembaga yang bergerak dan berorientasi pada industri serta perekonomian memberikan beasiswa dalam jumlah yang sangat besar kepada mahasiswa Universitas Bangka Belitung,” ujarnya.

Rektor menilai dukungan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan memiliki posisi strategis dalam membentuk keberhasilan seseorang. Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kompetensi, karakter, pola pikir, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

Menurut Ibrahim, meskipun terdapat orang-orang yang mampu belajar secara autodidak dan berhasil dalam kehidupannya, jumlahnya relatif kecil. Sebagian besar orang yang berhasil tetap membutuhkan fondasi pengetahuan, kompetensi, dan pembentukan karakter yang diperoleh melalui proses pendidikan.

Karena itu, beasiswa tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai bantuan untuk meringankan biaya pendidikan. Dukungan tersebut merupakan investasi terhadap sumber daya manusia, khususnya mahasiswa FPPK yang dipersiapkan untuk memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor pertanian di Bangka Belitung.

Sementara itu, Gubernur Babel, Hidayat Arsani menyampaikan apresiasi kepada Jerry Hermawan Lo yang memberikan perhatian terhadap pendidikan mahasiswa di daerah. Menurutnya, bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan dengan lebih baik.

“ Saya mengucapkan terima kasih dan merasa bangga karena Pak Jerry telah datang dan memberikan beasiswa kepada mahasiswa. Bantuan ini tentu sangat membantu dan dapat meringankan beban orang tua mahasiswa,” ujarnya.

Hidayat menegaskan, perhatian terhadap mahasiswa pertanian tidak akan berhenti pada pemberian beasiswa. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kata dia, ke depan akan mendorong pembangunan kebun percontohan bagi mahasiswa sebagai sarana pembelajaran sekaligus praktik pertanian.

“Ke depan kita akan membuat kebun percontohan untuk mahasiswa. Jadi mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan bagaimana mengelola pertanian,” katanya.

Menurut Hidayat, pengalaman praktik tersebut penting agar mahasiswa pertanian tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja. Mereka juga harus didorong menjadi pelaku usaha, inovator, sekaligus penggerak sektor pertanian yang mampu menciptakan peluang ekonomi dan lapangan pekerjaan.

“Mahasiswa jangan hanya berpikir untuk mencari pekerjaan. Kita ingin mereka menjadi pelaku pertanian, mampu berusaha, berinovasi, dan kalau bisa justru menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Di sisi lain, Jerry Hermawan Lo meminta para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kesempatan, tetapi juga oleh kesungguhan dalam menjalani setiap proses untuk mencapai tujuan.

Jerry memperkenalkan prinsip yang disebutnya sebagai “Panca Krida”, yakni lima hal yang menjadi prinsip dalam meraih keberhasilan. Kelima prinsip tersebut adalah kesempatan, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan loyalitas.

“Yang pertama adalah kesempatan, yang kedua kerja keras, yang ketiga kerja cerdas, yang keempat kerja tuntas, dan yang kelima loyalitas,” ujar Jerry.

Ia berharap mahasiswa penerima beasiswa menjadikan dukungan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan harus diikuti dengan kerja keras dan kerja cerdas agar setiap proses dapat diselesaikan dengan baik, sementara loyalitas menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan keberhasilan.

Kolaborasi antara Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, UBB, dan Yayasan JHL Merah Putih Kasih tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas. Tidak hanya dalam bidang pendidikan, sinergi tersebut juga diarahkan pada pengembangan pertanian berbasis inovasi, teknologi, kewirausahaan, dan kebutuhan dunia industri.

Bagi UBB, dukungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan mahasiswa FPPK sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan. Dengan dukungan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha, inovator, serta penggerak pembangunan pertanian dan ekonomi di Babel. (*/ubb.ac.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *