Pangkalpinang

Kisah Alwi dan 563 Anak Lainnya, Khitan Gratis Bulan Bakti HUT ke-50 PT TIMAH Bawa Kebahagiaan Keluarga

×

Kisah Alwi dan 563 Anak Lainnya, Khitan Gratis Bulan Bakti HUT ke-50 PT TIMAH Bawa Kebahagiaan Keluarga

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, DAN – Semarak Bulan Bakti dalam rangka memperingati HUT ke-50 PT TIMAH (Persero) Tbk) diisi dengan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui program khitanan massal gratis yang diikuti 564 anak di sejumlah wilayah operasional perusahaan.

Selain khitanan massal, Bulan Bakti HUT ke-50 PT TIMAH yang mengusung tema “Timah untuk Rakyat” ini juga menghadirkan kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Khitanan massal PT TIMAH dilaksanakan di Sungailiat dan Belinyu, Kabupaten Bangka; Koba, Kabupaten Bangka Tengah; Toboali, Kabupaten Bangka Selatan; Mentok, Kabupaten Bangka Barat; Kundur, Kepulauan Riau; serta Jakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda sosial yang rutin dilaksanakan PT TIMAH dalam rangka memperingati hari jadi perusahaan.

Khitanan massal bahkan menjadi salah satu agenda yang dinantikan masyarakat. Bagi peserta dan keluarga, kegiatan tersebut bukan sekadar layanan kesehatan gratis, tetapi juga menjadi momen membahagiakan sekaligus membantu meringankan pengeluaran keluarga.

Salah satu peserta adalah Alwi, siswa kelas VI SD Negeri 007 Sawang, Kabupaten Karimun. Ia tampak semringah meski sesekali rasa gugup terlihat di wajahnya saat akan mengikuti khitanan massal.

“Senang bisa ikut khitan di PT TIMAH. Apalagi saya diizinkan libur sekolah sampai sembuh. Terima kasih PT TIMAH sudah mengkhitan saya,” ujar Alwi.

Setelah menjalani proses khitan, senyum kembali terpancar dari wajah Alwi. Ia pun menceritakan cita-citanya untuk menjadi seorang prajurit TNI.

Program khitanan massal gratis PT TIMAH juga dirasakan manfaatnya oleh keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Salah satunya Desi Alena Suharini (40), warga Kelurahan Tanjung, Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Sejak suaminya meninggal dunia sembilan tahun lalu, Desi harus membesarkan empat anak seorang diri. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Desi mengandalkan penghasilan dari usaha laundry.

Kondisi tersebut membuat biaya khitan menjadi salah satu kebutuhan yang belum dapat diprioritaskan. Karena itu, ia bersyukur ketika mengetahui adanya program khitanan massal gratis yang digelar PT TIMAH dan kemudian membawa anaknya untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, bisa mengkhitankan anak dan memenuhi permintaannya. Sebelumnya belum bisa karena belum ada biaya untuk sunat. Khitanan gratis ini sangat membantu ekonomi kami yang hanya bekerja di laundry,” ungkap Desi.

Menurutnya, program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sangat berarti bagi keluarga seperti dirinya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan.

“Harapannya program ini bisa terus dijalankan karena sangat bermanfaat untuk masyarakat kurang mampu seperti kami. Terima kasih banyak PT TIMAH, semoga mendapat berkah dari Allah,” katanya.

Antusiasme terhadap khitanan massal juga terlihat di Kabupaten Bangka Tengah. Sejumlah orang tua mengaku bersyukur karena anak mereka bisa mendapatkan layanan khitan secara gratis.

Wana, salah satunya, mengantarkan putranya, Haikal, untuk mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku senang karena putranya dapat menjalani khitan tanpa harus mengeluarkan biaya, terlebih Haikal disebut tidak merasakan sakit selama proses tindakan.

“Luar biasa senang adanya kegiatan ini. Gratis semua prosesnya dan adik juga ikut senang karena enggak merasa sakit,” ujar Wana. (*/timah.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *