AdvertorialBangkaDaerah

HUT ke-260 Sungailiat, DPRD Bangka Soroti Tantangan Ekonomi dan Dorong Pembangunan Harmonis

×

HUT ke-260 Sungailiat, DPRD Bangka Soroti Tantangan Ekonomi dan Dorong Pembangunan Harmonis

Sebarkan artikel ini

BANGKA, DAN – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bangka dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-260 Kota Sungailiat , Senin (27/04/2026), menyoroti tantangan ekonomi global yang berdampak hingga ke daerah, sekaligus menegaskan pentingnya pembangunan berbasis harmoni lintas sektor. Momentum ini juga dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperkuat arah kebijakan pembangunan perkotaan ke depan.

Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Jumadi, S.IP, dalam sambutannya mengingatkan bahwa kondisi ekonomi global, termasuk dampak konflik internasional, turut memengaruhi stabilitas daerah. Ia menyebut lonjakan harga energi, pelemahan rupiah, hingga peningkatan beban APBN menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama oleh pemerintah dan masyarakat.

“Kondisi yang kita rasakan saat ini bukannya tanpa rintangan dan hambatan. Ancaman krisis ekonomi akibat perang Israel-Iran menyebabkan lonjakan harga energi, pelemahan rupiah, dan kenaikan beban APBN. Dampak ini dirasakan sampai ke daerah. Butuh kesabaran dan pemikiran bersama untuk menghadapi situasi ini,” ujarnya.

Jumadi menambahkan, peringatan HUT ke-260 Sungailiat mengusung tema “Dengan Semangat HUT Kota Sungailiat ke-260 Kita Bangun Bangka dengan Harmoni”. Tema tersebut, menurutnya, menekankan pentingnya keselarasan dalam tata kelola pemerintahan, sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Tema ini mengandung makna bahwa membangun Bangka harus mengedepankan keselarasan berbagai unsur untuk bersinergi mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” katanya.

Jumadi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi aktif sesuai peran masing-masing dalam pembangunan daerah. Ia berharap Kabupaten Bangka terus melakukan evaluasi, inovasi, dan terobosan guna meningkatkan kualitas pembangunan, baik fisik maupun nonfisik.

Sementara itu, Bupati Bangka, Ferry Insani, S.E., M.M., menegaskan bahwa usia 260 tahun Sungailiat merupakan refleksi panjang perjalanan sejarah yang sarat perjuangan. Ia menyebut peringatan ini sebagai momentum evaluasi sekaligus perencanaan pembangunan ke depan.

“Kota Sungailiat genap berusia 260 tahun, ini bukan sekadar angka melainkan cermin sejarah perjuangan, cita-cita, dan visi besar para pendahulu,” ujarnya.

Ferry mengungkapkan, pemerintah daerah telah merumuskan enam program prioritas untuk memperkuat kawasan perkotaan. Program tersebut meliputi pengelolaan persampahan dan air minum terintegrasi, revitalisasi kawasan perdagangan, penataan kawasan Pecinan dan Melayu, pengembangan kawasan industri Jelitik, revitalisasi pasar, serta peningkatan status RSUD Depati Bahrin dari tipe C menjadi tipe B.

Bupati menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan program tersebut. Menurutnya, keterlibatan pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, media, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kita berharap Kota Sungailiat tidak hanya menjadi transit point dan liveable city, tetapi juga menjadi pemacu utama ekonomi nasional,” katanya.

Perwakilan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Eko Kurniawan, S.Sos., M.Si., turut menyoroti tantangan pembangunan ke depan yang semakin kompleks. Ia menyebut peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah, dan pelestarian lingkungan sebagai isu strategis yang harus diantisipasi.

“Kota Sungailiat memiliki potensi besar dari sektor pariwisata, kelautan, maupun ekonomi kreatif. Potensi ini harus dikembangkan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga kearifan lokal dan nilai-nilai budaya,” ujarnya.

Ferry juga menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, sinergi dan kepedulian sosial menjadi fondasi utama dalam memperkuat daya saing daerah.

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. (*/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *