BANGKA, DAN – Universitas Bangka Belitung (UBB) menerima kunjungan penjajakan kerja sama dari PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai langkah awal membangun kolaborasi strategis antara dunia akademik dan industri, dengan fokus pada pengembangan logam tanah jarang. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Balai Pimpinan Kampus Terpadu UBB pada Kamis, 9 April 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, dan Kerja Sama, Hamsani, Dekan Fakultas Sains dan Teknik, Eka Sari Wijianti beserta jajaran, serta Kasrin dari Tim Operasi dan Produksi sebagai perwakilan Perminas. Pertemuan ini menjadi momentum awal untuk menyatukan potensi akademik dan kebutuhan industri dalam pengembangan sektor energi dan sumber daya alam.
Hamsani menyambut baik rencana kerja sama ini sebagai upaya membuka peluang sinergi di berbagai bidang, khususnya dalam penguatan tridarma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, penjajakan kerja sama juga diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia, pelaksanaan program magang mahasiswa, serta penguatan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Dalam pembahasan, kedua pihak menyoroti potensi kolaborasi yang dapat segera diimplementasikan, termasuk pemanfaatan keahlian dosen dan fasilitas laboratorium UBB untuk mendukung inovasi. UBB juga mendorong keterlibatan mahasiswa dalam proyek industri guna meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja lulusan.
Kasrin menyampaikan bahwa salah satu mandat utama perusahaan saat ini adalah pengembangan logam tanah jarang.
“Indonesia telah lama melakukan proses pengolahan menuju logam individu, namun hingga kini masih berada pada tahap laboratorium dan riset serta belum berskala komersial,” ujarnya.
Kasrin menambahkan bahwa Perminas berencana mendorong hilirisasi melalui pembangunan fasilitas awal (groundbreaking) yang dijadwalkan pada 20 April 2026 di Tanjung Ular, Mentok, Bangka Barat.
“Inisiatif ini menjadi cikal bakal pengembangan industri logam tanah jarang, sekaligus mencakup pengelolaan mineral strategis dan kritis, termasuk material radioaktif dalam kerangka pengembangan teknologi energi masa depan,” lanjutnya.
Sementara itu, Eka Sari Wijianti menyatakan kesiapan pihak fakultas untuk bersinergi dengan Perminas dalam mendukung pengembangan riset dan peningkatan kapasitas akademik. Ia mengakui bahwa UBB masih memiliki keterbatasan sarana, prasarana, serta sumber daya, namun terus berupaya meningkatkan kompetensi melalui kerja sama dan pelatihan sertifikasi. Menurutnya, peluang kolaborasi riset bersama industri menjadi hal yang sangat penting dan bernilai strategis bagi dosen maupun mahasiswa. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas akademik sekaligus memberikan pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat menyiapkan draft nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan resmi kerja sama ke depan. Penjajakan ini diharapkan menjadi awal kemitraan yang produktif dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan institusi serta kontribusi terhadap pembangunan daerah. (*/ubb.ac.id)













