BELITUNG, DAN – Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) menjadi sorotan utama dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Tahun 2026. Kegiatan yang digelar secara hybrid pada Rabu, 8 April 2026 di Gedung Serba Guna H. Isyak Zainudin, Kabupaten Belitung, ini menegaskan penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan keluarga.
Rakorda yang mengusung tema “Transformasi Kemendukbangga Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” tidak hanya menjadi forum penyelarasan program, tetapi juga momentum penting lahirnya komitmen bersama. Di tengah tantangan stunting, pengasuhan anak, dan peningkatan kualitas hidup lansia, kerja sama konkret melalui MoU menjadi langkah strategis yang dikedepankan.
Penandatanganan MoU dilakukan antara Kemendukbangga/BKKBN Babel dengan sejumlah mitra strategis, yakni Politeknik Belitung, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), PT Mitra Stania Prima (MSP), dan Angkasa Pura. Prosesi penandatanganan ini menjadi simbol kuat bahwa Program Bangga Kencana tidak lagi berjalan sendiri, melainkan didukung penuh oleh berbagai sektor.
Kerja sama dengan Politeknik Belitung difokuskan pada pelaksanaan Program Bangga Kencana di lingkungan perguruan tinggi. Melalui MoU tersebut, edukasi dan literasi kependudukan diharapkan semakin meluas, sekaligus mendorong kampus menjadi pusat penguatan wawasan pembangunan keluarga.
Sementara itu, MoU bersama BPVP menitikberatkan pada peningkatan kualitas hidup lansia melalui program SIDAYA (Lansia Berdaya). Program ini diarahkan pada penguatan layanan berbasis komunitas, dukungan kesehatan, serta pemberdayaan lansia agar tetap aktif dan produktif.
Di sektor industri, kerja sama dengan PT Mitra Stania Prima (MSP) diwujudkan melalui pembentukan dan pengelolaan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA). Program ini menjadi bagian dari penguatan layanan pengasuhan anak yang aman, terstandarisasi, serta didukung tenaga profesional seperti pengasuh tersertifikasi dan psikolog anak.
Adapun MoU dengan Angkasa Pura difokuskan pada Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) serta penguatan Program Bangga Kencana. Melalui kerja sama ini, intervensi bagi keluarga berisiko stunting diperkuat melalui dukungan lintas sektor, baik dalam aspek nutrisi maupun nonnutrisi.
Kegiatan Rakorda turut dihadiri oleh Inspektur Utama Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Abdulrauf Damenta, Mag.rer.publ., CGCAE, perwakilan Pemprov Babel, unsur Forkopimda, kepala daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan keseriusan bersama dalam memperkuat pembangunan keluarga di daerah.
Penandatanganan empat MoU tersebut menandai langkah konkret transformasi Kemendukbangga/BKKBN yang tidak berhenti pada kebijakan semata. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu mendorong implementasi program yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui momentum ini, sinergi lintas sektor diyakini akan semakin memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. (*/red)













