PANGKALPINANG, DAN – Aliansi umat Islam yang terdiri dari habaib, ulama, ustaz dan tokoh masyarakat Bangka Belitung (Babel) menyampaikan aspirasi serta pernyataan sikap kepada DPRD Babel terkait bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Audiensi tersebut berlangsung di ruang Ketua DPRD Babel, Kamis (5/3/2026) yang disambut langsung Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya didampingi Wakil Ketua DPRD Babel, Edi Nasapta.
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya mengatakan, pihaknya menerima surat permohonan audiensi dari para ulama sekitar tiga hari sebelumnya. Pertemuan tersebut digelar untuk menampung dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan umat Islam di Babel.
“Kami sekitar tiga hari lalu menerima surat dari para ulama Bangka Belitung yang terdiri dari habaib, ulama, ustaz dan ustazah yang meminta audiensi dengan DPRD,” katanya.
Didit menjelaskan, dalam pertemuan tersebut para tokoh umat Islam menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya terkait penolakan terhadap keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace serta penolakan terhadap rencana pengiriman pasukan TNI ke Palestina. Menurutnya, DPRD Babel pada prinsipnya berperan menampung dan meneruskan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat. Hal ini karena kebijakan terkait isu tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah.
“Intinya mereka meminta agar DPRD menyampaikan aspirasi para ulama, habaib, ustaz dan masyarakat Bangka Belitung terkait persoalan BoP serta penolakan terhadap pengiriman pasukan TNI ke Palestina,” ujarnya.
Didit menegaskan, DPRD Babel akan meneruskan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat sesuai dengan fungsi lembaga legislatif sebagai penyalur suara masyarakat.
“Kami akan meneruskan aspirasi para ulama dan tokoh masyarakat ini. Karena kebijakan ini merupakan kewenangan pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah. Namun aspirasi masyarakat tetap akan kami sampaikan,” katanya.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan aliansi umat Islam juga menyerahkan dokumen pernyataan sikap yang berisi sejumlah poin tuntutan terkait sikap terhadap isu kemanusiaan di Palestina dan posisi Indonesia dalam forum internasional tersebut. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog dan diakhiri dengan penyerahan dokumen aspirasi kepada pimpinan DPRD Babel untuk diteruskan kepada pemerintah pusat. (tim)
Isi Dokumen Pernyataan Sikap Ulama dan Habaib
PERNYATAAN SIKAP HABAIB, ASATIDZ, & TOKOH UMAT BANGKA BELITUNG
“Menolak Board of Peace dan Menyerukan Pembebasan Palestina”
Sampai dengan saat ini kita masih menyaksikan salah satu tragedi kemanusiaan dan kejahatan perang paling keji dalam sejarah modern. Hingga Februari 2026, agresi militer zionis Israel penjajah yang didukung penuh oleh Amerika Serikat telah menyebabkan:
- Korban Jiwa yang Masif: Jumlah syuhada di Jalur Gaza telah menembus angka 72.072 jiwa, dengan puluhan ribu lainnya masih tertimbun di bawah reruntuhan dan lebih dari 171.000 orang luka-luka.
- Bencana Kelaparan (Famine): Untuk pertama kalinya dalam sejarah Timur Tengah, PBB secara resmi mengumumkan status bencana kelaparan fase 5 di Gaza. Sedikitnya 500.000 orang menghadapi kelaparan akut akibat blokade sistematis Israel yang menghambat masuknya bantuan makanan dan obat-obatan.
Di sisi lain Amerika selaku pendiri Board of Peace bersama dengan entitias zionis Israel dengan kesombongannya justru memulai melakukan serangan milter ke Iran. Ini menunjukkan bahwa Amerika sesungguhnya bukanlah penjaga perdamaian, justru Amerika lah yang banyak melakukan teror dan penjajahan terhadap negara-negara yang tidak mau tunduk kepada kepentigannya. Demikian pula entitias zionis yahudi yang mencaplok dan menjajah tanah Palestina justru dibela mati-matian oleh Amerika dan menjadi anggota BOP. Maka sekali lagi ini menunjukkan bahwa BOP bukanlah penjaga perdamaian, namun merupakan alat intervensi dan penjajahan gaya baru Amerika.
Berkenaan dengan hal tersebut, pada hari ini Kamis, 05 Maret 2026 bertempat di gedung serta di hadapan Pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung – Indonesia, kami para Habaib, Asatadz dan Tokoh Umat Bangka Belitung menyatakan sikap sebagai berikut:
- Menolak Board of Peace sebagai Instrumen Intervensi Asing; Kami memandang BoP bukan solusi damai yang adil, melainkan instrumen intervensi asing dan bentuk penjajahan gaya baru yang berpotensi mengarah pada pengambilalihan kendali Gaza. Perdamaian tanpa keadilan dan tanpa pengakhiran penjajahan adalah ilusi yang menyesatkan;
- Menyerukan kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto untuk segera keluar dari BOP; Langkah ini sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif serta komitmen konstitusional untuk menghapuskan segala bentuk penjajahan di dunia. Keanggotaan dalam BoP dipandang sebagai keberpihakan terhadap kepentingan penjajah dan bertentangan dengan dukungan rakyat Indonesia terhadap perjuangan pembebasan Palestina;
- Menyerukan kepada Pemerintah Indonesia agar tidak mengirimkan Tentara Nasional Indonesia ke Palestina di bawah komando Amerika Serikat; Kebijakan tersebut berpotensi justru melindungi kepentingan penjajah, termasuk pembebasan tawanan mereka dan pelucutan senjata para pejuang Palestina. Ini artinya pembantaian terhadap rakyat Palestina berpotensi akan terus berlanjut tanpa perlawanan. Terlebih lagi secara syar’i haram bersekutu dengan negara kafir penjajah seperti Amerika, apalagi berada di bawah komandonya. Hal ini merupakan persekutuan dalam dosa dan kezaliman. Allah SWT berfirman, artinya: “Tolong menolonglah kalian dalam kebajikan dan taqwa. Jangan kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan”. (TQS. Al-Maidah ayat 2);
- Menyerukan kepada Presiden Republik Indonesia untuk segera memutuskan semua hubungan mereka termasuk hubungan dagang yang tidak setara antara Indonesia dan Amerika yang sangat dengan Amerika Serikat dan entitas zionis Yahudi sebagai bentuk sanksi atas kejahatan perang merugikan Indonesia; Langkah ini dipandang sebagai upaya menjaga kedaulatan Indonesia dari bentuk penjajahan ekonomi, hukum, dan politik;
- Menyerukan kepada seluruh Organisasi Masyarakat Islam dan elemen masyarakat lainnya Khususnya pihak-pihak yang sebelumnya mendukung keanggotaan Indonesia dalam BoP, agar menarik dukungan tersebut dan mengeluarkan pernyataan baru yang mendesak pemerintah untuk keluar dari BoP serta tidak mengirimkan TNI di bawah komando Amerika Serikat;
- Mengingatkan para Pemimpin negeri-negeri lslam agar tidak berpihak kepada Amerika Penjajah; Keterlibatan dalam struktur yang dikendalikan kekuatan penjajah merupakan penyimpangan dari kewajiban melindungi umat. Islam melarang kaum Mukmin menjadikan pihak yang memusuhi islam sebagai pemimpin dan pengatur urusan mereka mereka. Para pemimpin negeri Islam seharusnya berada di sisi kaum Muslimin Palestina yakni dengan mengirimkan para tentaranya untuk berjihad mengusir entitas zionis yahudi penjajah dari tanah Palestina. Hanya dengan inilah Palestina dapat dibebaskan serta dengan inilah kalian wahai para Pemimpin negeri Islam akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT serta akan dibanggakan oleh Rasulullah SAW;
- Menyerukan Persatuan Umat dalam Kepemimpinan Islam; Sejarah membuktikan bahwa hanya dalam kepemimpinan Islam, darah dan kehormatan umat terlindungi, sebagaimana pada masa Khalifah Harun ar-Rasyid, Al-Mu’tasim Billah, hingga Abdul Hamid l. Pada saat itu kaum Muslim memiliki pelindung yang mampu menghadapi kekuatan besar dunia serta yang dapat mencegah keinginan zionis yahudi mencaplok dan menjajah tanah Palestina. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Islam bukan sekadar simbol, melainkan kebutuhan mendesak untuk melindungi umat dari agresi penjajahan global.
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, sebagai wujud keimanan kepada Allah SWT dan tanggung jawab kepada umat Rasulullah SAW wa bil khusus kepada kaum Muslimin Palestina dengan senantiasa terus menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar tanpa henti, terlebih kepada para penguasa yang zhalim. Semoga Allah SWT segera menolong kaum Muslimin Palestina khususnya dan kaum muslimin di seluruh dunia. Aamiin Allahumma aamiin.
Pangkalpinang, 05 Maret 2026
Yang Menyatakan Sikap
Habaib, Asatidz dan Tokoh Umat Bangka Belitung




















